Film Animasi "Niu Lai" Cuma Modal Rp3,5 Juta, Kini Raup Miliaran Rupiah

Film Animasi "Niu Lai" Cuma Modal Rp3,5 Juta, Kini Raup Miliaran Rupiah
- (Dok. Radar Tuban).

JAKARTA, GENVOICE.ID - Film animasi China "Niu Lai" mencatat fenomena box office yang tidak biasa. Diproduksi dengan biaya sekitar US$200 atau setara Rp3,5 juta, film tersebut justru mampu menghasilkan pendapatan hingga lebih dari US$4 juta hanya dalam hitungan hari.

Kesuksesan tersebut tidak datang dari kampanye promosi besar atau dukungan studio ternama. Sebaliknya, animasi 3D sederhana "Niu Lai" justru viral setelah penonton menjadikannya bahan lelucon di media sosial.

Ketika pertama kali dirilis pada 5 Agustus, performa film tersebut terbilang jauh dari menjanjikan. Dalam 10 hari pertama, "Niu Lai" hanya meraup sekitar 10.000 yuan atau US$1.480.

Bahkan, pendapatannya sempat hanya berada di kisaran 200 yuan atau sekitar US$30 dalam satu hari. Kondisi tersebut membuat film yang dibuat dengan tampilan animasi sederhana itu tampak seperti akan berakhir tanpa banyak perhatian.

Situasi kemudian berubah ketika sejumlah penonton mulai membagikan cuplikan dan gambar dari film tersebut di media sosial. Tampilan visual yang dianggap sederhana dan desain karakter yang dinilai "jelek" hingga "mengerikan" justru memancing perhatian lebih luas.

Alih-alih membuat calon penonton menjauh, berbagai komentar bernada ejekan malah menciptakan rasa penasaran. Orang-orang mulai tertarik menonton film tersebut untuk mengetahui seperti apa sebenarnya "Niu Lai" yang tengah ramai diperbincangkan.

Pendapatan "Niu Lai" Melonjak

Dampak viralitas tersebut terlihat jelas dalam catatan box office. Berdasarkan data pelacak box office China Maoyan, "Niu Lai" mampu memperoleh pendapatan sekitar 8,2 juta yuan atau US$1,2 juta hanya dalam satu hari pada Senin.

Hampir 300.000 tiket terjual dalam periode tersebut. Angka itu menjadi perubahan drastis jika dibandingkan dengan performanya pada hari-hari awal penayangan.

Pendapatan kumulatif film kemudian mencapai sekitar 17,1 juta yuan atau US$2,5 juta sebelum terus bertambah hingga melewati US$4 juta.

Jika dibandingkan dengan biaya produksinya yang hanya sekitar US$200, pendapatan tersebut berarti "Niu Lai" telah menghasilkan lebih dari 1.000 kali lipat modal produksinya.

Fenomena tersebut sekaligus memperlihatkan bagaimana percakapan di media sosial dapat memberikan dampak besar terhadap performa sebuah film, bahkan ketika respons awal terhadap kualitas visualnya cenderung negatif.

Dibuat Dua Orang Selama Lima Tahun

Di balik keberhasilannya yang tidak biasa, proses produksi "Niu Lai" juga memiliki cerita tersendiri. Berdasarkan laporan media China Red Star News, film tersebut disebut dikerjakan selama lebih dari lima tahun oleh hanya dua orang, yakni sutradara Xin Yumeng dan ibunya, Sun Lifan.

Namun, informasi mengenai proses produksi tersebut belum dapat diverifikasi secara independen oleh Associated Press.

Terlepas dari proses produksinya, cerita "Niu Lai" sendiri terbilang sederhana. Film ini mengikuti seekor anak sapi yang memiliki impian untuk tumbuh dewasa dengan dukungan dari keluarganya.

Kesederhanaan cerita tersebut kemudian berpadu dengan gaya visual yang menjadi bahan perbincangan penonton. Justru karena dianggap unik dan berbeda dari film animasi pada umumnya, "Niu Lai" berhasil mendapatkan perhatian yang sebelumnya tidak diperoleh melalui penayangan awal.

Ejekan Berubah Menjadi Strategi Promosi

Popularitas yang muncul secara organik tersebut kemudian dimanfaatkan dalam materi promosi film. Poster "Niu Lai" di sejumlah bioskop menggunakan gambar anak sapi dengan gaya seperti sketsa tangan.

Materi promosi tersebut juga menampilkan kalimat bernada humor, seperti "Datanglah jika kamu menyukai sesuatu yang aneh" dan "Tidak ada pengembalian uang."

Fenomena serupa terlihat di platform ulasan Douban. Sejumlah penonton memberikan komentar bernada sarkastis mengenai film tersebut. Bahkan, ada yang merekomendasikannya kepada teman dengan tujuan agar mereka ikut merasakan sendiri keunikan "Niu Lai".

Situasi tersebut menciptakan siklus promosi yang tidak biasa. Semakin banyak orang mengejek atau membagikan potongan film, semakin besar pula rasa penasaran calon penonton.

Pada akhirnya, "Niu Lai" berubah dari film animasi yang hampir tidak dikenal menjadi fenomena box office. Dengan modal produksi yang sangat kecil, film tersebut membuktikan bahwa di era media sosial, viralitas dapat menjadi kekuatan promosi yang mampu mengubah nasib sebuah film dalam waktu singkat.

D
Daniel R
Penulis

0 Comments

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Kirim
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE