Trump Kejutkan Dunia, Pemerintah AS Resmi Borong 10% Saham Intel Senilai Rp147 Triliun

Trump Kejutkan Dunia, Pemerintah AS Resmi Borong 10% Saham Intel Senilai Rp147 Triliun
- (Dok. Intel Newsroom).

JAKARTA, GENVOICE.ID - Gen, ada kabar besar yang bikin heboh dunia teknologi sekaligus politik global. Pemerintahan Donald Trump baru saja ambil langkah berani dengan membeli 10% saham raksasa chip Intel. Nilainya nggak main-main, mencapai US$8,9 miliar atau sekitar Rp147 triliun! Langkah ini langsung bikin geger karena jarang banget pemerintah AS secara terang-terangan masuk ke kepemilikan perusahaan swasta sebesar ini.

Menteri Perdagangan Howard Lutnick mengumumkan pembelian ini dilakukan pada Jumat (22/8/2025). Totalnya ada 433,3 juta lembar saham biasa Intel yang diambil alih dengan harga US$20,47 per lembar, jauh lebih murah dibanding harga pasar saat ini. Dari sini aja udah kelihatan kalau kesepakatan ini super strategis.

Trump langsung pasang klaim bahwa keputusan ini jadi deal terbaik untuk AS. "Amerika tidak membayar apa pun untuk saham ini, dan sekarang nilainya sekitar US$11 miliar. Ini kesepakatan hebat untuk Amerika, juga untuk Intel," tulisnya di Truth Social.

Tapi menariknya, meskipun pemerintah punya porsi saham besar, mereka tidak otomatis dapat kursi dewan direksi atau hak untuk ikut campur dalam pengelolaan. Sebagai gantinya, ada opsi buat membeli tambahan 5% saham lagi kalau Intel sampai kehilangan mayoritas atas bisnis foundry mereka.

Intel sendiri kelihatan welcome dengan langkah pemerintah. CEO Intel, Lip-Bu Tan, bilang: "Sebagai satu-satunya perusahaan semikonduktor yang melakukan riset dan produksi leading-edge logic di AS, Intel berkomitmen memastikan teknologi tercanggih dunia tetap dibuat di Amerika."

Kalau ditarik ke belakang, dana yang dipakai buat pembelian saham ini sebagian besar datang dari hibah CHIPS Act senilai US$5,7 miliar yang sebelumnya mangkrak dan US$3,2 miliar dari program pengembangan chip keamanan. Jadi bisa dibilang, pemerintah kayak ambil "imbalan" langsung berupa saham dari dana yang udah dijanjikan sejak era Joe Biden.

Di sisi lain, Intel masih punya PR berat buat ngejar dominasi TSMC dari Taiwan, yang sekarang jadi pemasok utama chip untuk Apple, Nvidia, Qualcomm, sampai AMD. Bahkan Intel sendiri masih bergantung ke TSMC untuk beberapa produksi chip.

Meski dapat sokongan dari Trump dan sebelumnya juga disuntik modal oleh SoftBank, Intel tetap harus kerja ekstra keras. Apalagi proyek besar mereka bikin kompleks pabrik chip di Ohio alias "Silicon Heartland" baru akan berjalan paling cepat 2030.

Langkah Trump ini jelas jadi sinyal bahwa AS kini makin agresif ambil alih kendali di industri chip, sektor yang lagi jadi rebutan dunia. Buat Gen yang ngikutin perkembangan teknologi global, ini jadi momen bersejarah: pemerintah langsung turun tangan jadi pemegang saham perusahaan teknologi paling vital di Amerika.

R
Reza Aditya
Penulis

0 Comments

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Kirim
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE