Bahaya Gadget untuk Anak! Dokter Ungkap Dampaknya Bisa Sebabkan Gangguan Perkembangan!

Bahaya Gadget untuk Anak! Dokter Ungkap Dampaknya Bisa Sebabkan Gangguan Perkembangan!
- (Dok. Antara).

JAKARTA, GENVOICE.ID - Penggunaan gadget pada anak-anak semakin marak, tapi tahukah Anda bahwa akses yang tidak tepat bisa membahayakan tumbuh kembang si kecil?

Dilansir dari Antara, Dokter spesialis anak RS Universitas Indonesia, dr. Shofa Nisrina Luthfiyani, Sp.A, mengingatkan orang tua agar lebih bijak dalam memberikan akses gadget kepada anak-anak.

Mengacu pada pedoman dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), dr. Shofa menjelaskan bahwa anak usia 0-2 tahun sama sekali tidak boleh terpapar gadget, karena berisiko menghambat perkembangan bahasa. Sedangkan untuk anak usia 2-5 tahun, penggunaan gadget diperbolehkan maksimal satu jam per hari dan harus diawasi ketat oleh orang tua.

"Screen time untuk anak di bawah 2 tahun itu sebaiknya nol. Untuk usia 2-5 tahun, maksimal satu jam dan tidak boleh anak pegang gadget sendiri," jelas dr. Shofa dalam diskusi daring, Rabu (23/7).

Menurutnya, pengawasan orang tua sangat penting agar anak tidak hanya aman dari konten negatif, tapi juga bisa memahami batas waktu penggunaan gadget dan tetap aktif secara fisik.

Ia mengungkapkan bahwa membiarkan anak menjelajahi dunia digital tanpa pendampingan bisa berdampak serius pada kesehatannya. Anak bisa mengalami gangguan pola makan, obesitas, hingga mengalami keterlambatan perkembangan.

"Kalau tidak diawasi, anak bisa jadi pasif, hanya rebahan, main game, dan malas bergerak. Ini berujung ke pola hidup sedenter dan gangguan nutrisi," tegasnya.

Rekomendasi dokter Shofa sejalan dengan kebijakan pemerintah yang tertuang dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Sistem Elektronik dalam Perlindungan Anak (PP Tunas).

Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi), Meutya Hafid, juga menekankan pentingnya menunda akses media sosial bagi anak di bawah 17 tahun, serta mendorong para orang tua untuk lebih aktif memberikan literasi digital.

"Tunda dulu akses anak ke media sosial. Literasi digital lebih penting agar mereka siap menghadapi dunia digital nantinya," ujar Meutya.

Dengan maraknya penggunaan gadget sejak usia dini, baik dari kalangan orang tua maupun anak, para ahli meminta agar masyarakat tidak lengah. Gadget bukan pengasuh anak, tapi alat bantu yang harus digunakan dengan bijak.

M
M Ihsan
Penulis

0 Comments

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Kirim
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE