Kenapa Series Bergenre 'Coming of Age' Selalu Berhasil Bikin Kita Nostalgia?

Kenapa Series Bergenre 'Coming of Age' Selalu Berhasil Bikin Kita Nostalgia?
- (Dok. Netflix).

JAKARTA, GENVOICE.ID - Kalau kamu pernah menonton Reply 1988, Sex Education, atau mungkin series lokal seperti Hari Ini Kenapa, Naira?, pasti ada perasaan hangat sekaligus sesak di dada saat mengikutinya. Itulah kekuatan utama dari genre Coming of Age.

Genre ini menceritakan perjalanan karakter utama dari masa remaja menuju dewasa, lengkap dengan segala kekacauan emosi, pencarian jati diri, hingga patah hati pertama. Tapi, apa sih yang bikin kita nggak pernah bosan menonton tema yang hampir sama berulang kali?

1. Refleksi dari "Pertama Kalinya" dalam Hidup

Genre ini menangkap momen-momen "serba pertama": jatuh cinta pertama kali, pengkhianatan sahabat pertama kali, hingga kegagalan besar pertama kali. Menontonnya terasa seperti melihat cermin dari masa lalu kita sendiri. Kita diingatkan kembali pada masa di mana masalah terbesar kita hanyalah tugas sekolah atau gebetan yang tidak membalas pesan.

2. Karakter yang Tidak Sempurna (Relatable)

Berbeda dengan film aksi di mana pahlawannya selalu hebat, karakter di series Coming of Age biasanya penuh kesalahan, canggung, dan sering mengambil keputusan bodoh. Ketidaksempurnaan inilah yang membuat penonton merasa, "Wah, itu aku banget!" Kita merasa divalidasi bahwa menjadi bingung dan salah jalan di usia muda adalah hal yang normal.

3. Eksplorasi Hubungan yang Kompleks

Bukan cuma soal cinta monyet, genre ini sering membedah hubungan anak dan orang tua dengan sangat dalam. Bagaimana kita mulai melihat orang tua bukan lagi sebagai "pahlawan super", melainkan manusia biasa yang juga bisa salah. Transisi hubungan ini sering kali menjadi bagian paling emosional yang bikin penonton ikut banjir air mata.

4. Estetika dan Atmosfer yang Khas

Series Coming of Age sering kali didukung oleh sinematografi yang estetik-dengan warna-warna hangat atau retro-serta soundtrack yang sangat pas dengan suasana hati. Ini menciptakan kesan nostalgia yang kuat, seolah-olah kita sedang membuka kembali album foto lama yang penuh kenangan.

5. Pesan Tentang Kehilangan dan Kedewasaan

Pesan inti dari genre ini biasanya pahit manis (bittersweet): bahwa untuk tumbuh dewasa, ada bagian dari diri kita yang harus ditinggalkan. Kita belajar tentang melepaskan masa kecil dan menerima tanggung jawab baru. Menontonnya memberikan kita semacam "penyembuhan" atau healing atas proses pendewasaan kita yang mungkin juga tidak mudah.

Rekomendasi Series 'Coming of Age' yang Wajib Tonton:

  • Reply 1988: Definisi terbaik tentang persahabatan, keluarga, dan cinta di lingkungan tetangga.

  • Sex Education: Berani membedah masalah remaja yang tabu dengan cara yang edukatif dan lucu.

  • Twenty-Five Twenty-One: Tentang perjuangan mengejar mimpi dan cinta di tengah krisis ekonomi.

Kita menyukai series Coming of Age bukan karena ceritanya yang luar biasa, tapi karena ceritanya yang terasa sangat nyata. Genre ini mengingatkan kita bahwa meski pendewasaan itu sulit, setiap memori yang tercipta di dalamnya adalah bagian berharga yang membentuk siapa kita hari ini.

R
Reza Aditya
Penulis

0 Comments

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Kirim
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE