Sinopsis Mencekam Danyang Wingit, Peran Tumbal Celine Evangelista dan Alasan Tetap Tayang Tanpa Jilbab
Sinopsis Danyang Wingit: Kisah Citra, Sinden yang Dijadikan Tumbal Dalang Amoral
JAKARTA, GENVOICE.ID - Gen, Celine Evangelista kembali menggebrak layar lebar lewat film horor terbarunya, Danyang Wingit. Comeback ini menjadi sorotan karena Celine, yang kini mantap berhijab, harus tampil tanpa penutup aurat dalam film tersebut. Kontras penampilan ini memicu rasa ingin tahu, dan Celine pun memberikan penjelasan yang lugas.
Mantan istri Stefan William ini menegaskan bahwa proses syuting Danyang Wingit dilakukan jauh sebelum ia menerima hidayah untuk berhijrah. "Film ini sudah (syuting) dari sebelum aku memutuskan untuk berhijrah ya," ujarnya.
Celine menekankan bahwa perjalanan spiritual dan hidayah datang tak terduga, dan ia telah berkonsultasi dengan ahli agama mengenai dilema ini. Ia memutuskan untuk tetap menyelesaikan proyek ini sebagai bentuk tanggung jawab profesional dan kewajiban kontrak yang telah dibuat sebelum ia berhijab.
Sinopsis Danyang Wingit:
Film Danyang Wingit sendiri menawarkan alur horor yang kental dengan elemen mistis Jawa. Cerita berpusat pada ambisi seorang Dalang Wayang ternama bernama Ki Mangun Suroto (Whani Darmawan).
Ki Mangun Suroto bukanlah dalang biasa; ia sangat terobsesi untuk menguasai ilmu-ilmu kuno demi kekayaan dan hidup abadi.
Pada tahun 2021, Citra (diperankan oleh Celine Evangelista), yang merupakan keponakan dari asisten setia Ki Mangun Suroto, Mbok Ning (Nai Djenar Maisa Ayu), direkrut sebagai Sinden. Citra berlatih keras dengan harapan besar, uang hasil bayarannya bisa ia gunakan untuk mengobati adiknya, Dewi (Aisyah Kanza), yang sakit.
Namun, di balik perekrutan ini, tersimpan motif mengerikan. Citra ternyata dipilih untuk menjadi tumbal terakhir dari ritual sang Dalang. Seiring berjalannya waktu, berbagai kejadian mistis dan mengerikan terus menimpa Citra, membuatnya semakin tertekan dan curiga.
Beruntung, ada Bara (Fajar Nugra), salah satu penjaga padepokan Ki Mangun Suroto, yang diam-diam berusaha untuk menyelamatkan Citra dari nasib tragisnya.
Gen, konteks waktu syuting Celine yang jauh sebelum hijrah menjadi kunci untuk memahami penampilannya di film ini. Ia berharap publik dapat support keputusannya untuk tetap menayangkan film tersebut sebagai bentuk profesionalisme, seraya mendoakan perjalanan spiritualnya saat ini.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!