Meta PHK 600 Karyawan di Divisi AI, Fokus ke Tim Superintelijen Baru
JAKARTA, GENVOICE.ID - Raksasa teknologi Meta dikabarkan memangkas sekitar 600 posisi di divisi kecerdasan artifisial (AI) miliknya. Langkah ini menjadi bagian dari restrukturisasi besar yang berfokus pada pengembangan tim AI baru bernama TBD Lab.
Dilansir dari Axios dan dikutip oleh The Verge, pemangkasan ini berdampak pada unit riset AI Fundamental milik Meta, yang dikenal dengan nama FAIR (Fundamental AI Research), serta beberapa divisi produk dan infrastruktur AI lainnya.
Meski ada gelombang PHK, Meta masih membuka perekrutan untuk tim superintelijen TBD Lab. Juru bicara Meta, Ana Brekalo, mengonfirmasi bahwa laporan Axios tersebut akurat.
Laporan itu juga menyebutkan bahwa sepanjang musim panas 2025, Meta sempat gencar melakukan perekrutan di bidang AI setelah menginvestasikan sekitar Rp238 triliun (setara 14,3 miliar dolar AS) ke perusahaan Scale AI serta merekrut CEO-nya, Alexandr Wang.
Namun, beberapa bulan kemudian, Meta menghentikan perekrutan dan mengumumkan restrukturisasi besar yang menitikberatkan pada integrasi riset dan pengembangan produk berbasis AI. Langkah ini juga diikuti dengan mundurnya Pemimpin FAIR, Joelle Pineau, di awal tahun.
Pada Agustus 2025, Kepala Meta AI Alexandr Wang menyatakan bahwa perusahaan "akan mengintegrasikan dan memperluas berbagai ide serta proyek dari FAIR ke dalam eksperimen model besar yang dijalankan oleh TBD Lab."
Dengan restrukturisasi ini, peran FAIR dan beberapa divisi lama Meta mulai dikurangi, sementara TBD Lab menjadi pusat pengembangan AI utama perusahaan ke depan.
"Dengan tim yang lebih kecil, proses pengambilan keputusan akan lebih cepat, dan setiap anggota akan memiliki cakupan serta dampak yang lebih besar," tulis Wang dalam memo internal yang dikutip Axios.
Meski begitu, Meta menegaskan bahwa karyawan yang terdampak pemangkasan masih berkesempatan melamar posisi lain di dalam perusahaan.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!