Waspada! Salah Ganti Air Radiator Bisa Bikin Mesin Overheat, Ini Cara yang Benar Agar Udara Tidak Terjebak

Waspada! Salah Ganti Air Radiator Bisa Bikin Mesin Overheat, Ini Cara yang Benar Agar Udara Tidak Terjebak
- (Dok. Antara).

JAKARTA, GENVOICE.ID - Dalam sistem pendinginan mesin mobil, hanya ada satu jenis cairan yang seharusnya digunakan, yaitu air radiator atau radiator coolant. Cairan ini memiliki peran sangat penting dalam menjaga suhu mesin tetap stabil. Namun, masih banyak pemilik mobil yang salah kaprah saat mengganti air radiator, tanpa disadari justru membuat udara terjebak dalam sistem pendingin.

Udara yang masuk ke sistem pendingin bukan hanya tidak berguna, tapi juga berbahaya bagi mesin mobil.

Menurut Davin, pemilik bengkel Elika Automotive Performance di Bursa Otomotif Sunter (BOS), Jakarta Utara, udara yang terperangkap di dalam radiator akan mengganggu kerja sistem pendingin.

"Udara yang ada di dalam tidak bisa berfungsi sebagai pendingin mesin," jelasnya.

Ketika udara menggantikan posisi cairan coolant, maka proses penyerapan panas mesin menjadi tidak maksimal. Akibatnya, suhu mesin akan meningkat dan sulit dikontrol oleh sistem pendingin.

Jika dibiarkan terus-menerus, kondisi ini bisa memicu overheat. Dan sebagaimana diketahui, overheat pada mesin mobil merupakan salah satu kerusakan paling berbahaya.

"Kalau sudah parah, mesin bisa macet bahkan piston bisa pecah," tambah Davin.

Oleh karena itu, penting sekali bagi pemilik kendaraan untuk mengetahui cara yang benar mengganti air radiator, agar tidak menimbulkan kantong udara (air trap) di dalam sistem.

Penyebab Umum Udara Terjebak Saat Ganti Air Radiator

Beberapa kebiasaan yang sering dilakukan saat penggantian air radiator justru menjadi pemicu utama udara masuk ke sistem, seperti:

  • Mengisi air radiator saat mesin dingin tanpa membuang sisa udara terlebih dahulu

  • Tidak memanfaatkan katup pembuang udara (air bleeder)

  • Mengisi coolant terlalu cepat dan tidak bertahap

  • Tidak menyalakan mesin setelah pengisian untuk mengeluarkan sisa udara

Cara Ganti Air Radiator Agar Tidak Terjebak Udara

Berikut langkah-langkah yang disarankan agar penggantian air radiator berjalan dengan benar dan bebas udara:

1. Pastikan Mesin Dalam Kondisi Dingin

Selalu lakukan penggantian air radiator saat mesin sudah benar-benar dingin. Ini untuk menghindari tekanan tinggi di dalam sistem serta menjaga keamanan saat membuka tutup radiator.

2. Buka Tutup Radiator dan Buang Coolant Lama

Buka bagian bawah radiator (drain plug) untuk menguras cairan radiator lama. Pastikan semua cairan benar-benar keluar, termasuk yang ada di dalam reservoir dan blok mesin jika memungkinkan.

3. Gunakan Radiator Coolant yang Direkomendasikan

Jangan menggunakan air keran atau air mineral biasa. Gunakan coolant yang direkomendasikan oleh pabrikan mobil karena memiliki aditif anti-karat, anti-beku, dan pelumas untuk pompa air.

4. Isi Coolant Secara Bertahap

Tuangkan cairan coolant ke radiator secara perlahan, jangan langsung penuh. Beri jeda agar udara bisa keluar secara alami dari dalam sistem.

5. Manfaatkan Air Bleeder (Jika Ada)

Beberapa mobil modern memiliki katup bleeder untuk mengeluarkan udara dari sistem pendingin. Pastikan komponen ini digunakan dengan benar agar udara tidak terjebak.

6. Hidupkan Mesin Sambil Tutup Radiator Masih Terbuka

Setelah pengisian awal, hidupkan mesin beberapa menit dengan tutup radiator belum dipasang, agar udara sisa bisa keluar lewat lubang radiator. Perhatikan gelembung udara yang keluar sebagai tanda bahwa sistem masih mengeluarkan udara.

7. Tutup Radiator Saat Gelembung Udara Tidak Muncul Lagi

Jika sudah tidak ada lagi gelembung udara yang keluar, tutup kembali radiator dengan rapat dan isi reservoir ke batas level maksimum.

M
M Ihsan
Penulis

0 Comments

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Kirim
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE