Chicago Bulls Resmikan Pensiunnya Nomor 1 Derrick Rose pada 2026

Chicago Bulls Resmikan Pensiunnya Nomor 1 Derrick Rose pada 2026
- (Dok. USA Today).

JAKARTA, GENVOICE.ID - Chicago Bulls akan memberikan penghormatan terbesar kepada salah satu putra terbaik kota mereka. Pada 24 Januari 2026, tim resmi akan memensiunkan jersey nomor 1 milik Derrick Rose dalam sebuah upacara khusus seusai pertandingan di United Center.

Nomor ikonik tersebut akan bergabung dengan deretan legenda Bulls lain yang lebih dulu diabadikan: Michael Jordan (23), Scottie Pippen (33), Bob Love (10), dan Jerry Sloan (4). Keputusan ini sekaligus menegaskan posisi Rose sebagai salah satu simbol paling berpengaruh dalam sejarah franchise.

Rose, pilihan pertama Draft NBA 2008, langsung mencuri perhatian sejak musim rookie dengan memenangi gelar Rookie of the Year. Dalam empat musim pertamanya bersama Bulls, ia tampil sebagai bintang utama dan menjadi representasi kebangkitan tim setelah era Jordan. Puncaknya terjadi pada musim 2010-11 ketika ia mencatat rata-rata 25 poin, 7,7 assist, dan 4,1 rebound per pertandingan. Di usia 22 tahun, ia pun dinobatkan sebagai MVP termuda dalam sejarah NBA sambil membawa Chicago mencatat rekor 62 kemenangan dan menembus final wilayah Timur.

Namun perjalanan karier Rose tidak mulus. Cedera ACL pada 2012 menjadi titik balik pahit yang merenggut sebagian besar masa jayanya. Meski sempat absen hampir dua musim penuh, Rose tidak pernah menyerah. Ia kemudian membuktikan daya juangnya bersama berbagai tim lain-New York Knicks, Cleveland Cavaliers, Minnesota Timberwolves, Detroit Pistons, hingga Memphis Grizzlies.

Momen paling emosional hadir saat ia mencetak 50 poin bersama Timberwolves pada 31 Oktober 2018. Air mata yang menetes kala itu menjadi simbol perjalanan panjang seorang pemain yang tak henti-hentinya melawan keterbatasan fisik. Rose juga sempat menjadi kandidat Sixth Man of the Year dalam tiga musim beruntun (2019-2021) dan bahkan kembali menerima satu suara MVP di 2020-21-satu dekade setelah ia pertama kali memenanginya.

Secara keseluruhan, Rose menutup kariernya dengan rata-rata 17,4 poin dan 5,2 assist dalam 723 pertandingan. Statistik itu tak hanya mencerminkan konsistensinya, tetapi juga kemampuannya untuk tetap relevan meski dihantam cedera berat.

Bagi publik Chicago, Rose lebih dari sekadar pemain. Ia adalah anak kota yang lahir di tengah kerasnya kehidupan, lalu menjadikan basket sebagai jalan keluar untuk mengangkat keluarganya. Dari memimpin Simeon Career Academy meraih gelar negara bagian Illinois hingga menjadi MVP NBA hanya dalam kurun lima tahun, kisah hidupnya telah menjadi legenda tersendiri.

Ketika nomor 1 miliknya resmi digantung di langit-langit United Center, Rose akan dikenang bukan hanya sebagai MVP termuda dalam sejarah liga, tetapi juga sebagai simbol harapan dan kebanggaan Chicago.

D
Daniel R
Penulis

0 Comments

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Kirim
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE