Brad Wanamaker Pulang Kampung, Jadi Pelatih Kepala Roman Catholic High School
JAKARTA, GENVOICE.ID - Roman Catholic High School di Philadelphia resmi menunjuk Brad Wanamaker sebagai pelatih kepala tim basket mereka untuk musim mendatang. Keputusan ini menandai kembalinya mantan pemain NBA tersebut ke almamaternya, di mana ia dulu mencetak banyak prestasi sebelum melanjutkan perjalanan panjang di level perguruan tinggi hingga profesional.
Wanamaker mengambil alih kursi kepelatihan dari Chris McNesby, sosok yang sukses mempersembahkan empat gelar Philadelphia Catholic League dan tiga trofi Philadelphia Interscholastic Athletic Association. McNesby sendiri melanjutkan warisan Dennis Seddon, pelatih legendaris yang sempat membimbing Wanamaker saat ia masih berseragam Cahillites pada era 2004-2007.
Tak asing dengan atmosfer tim, Wanamaker sebelumnya sudah menjabat sebagai asisten pelatih di bawah McNesby. Sebagai pemain, ia membantu Roman Catholic meraih catatan 28 kemenangan dan hanya tiga kekalahan pada musim seniornya, lengkap dengan satu gelar liga bergengsi.
Selepas high school, Wanamaker berkarier di Universitas Pittsburgh dan menjadi salah satu pemain kunci Panthers dengan torehan lebih dari 1.000 poin sepanjang masa kuliahnya. Meski tak terpilih dalam NBA Draft 2011, ia tidak menyerah. Perjalanannya membawanya keliling Eropa, memperkuat klub-klub di Italia, Prancis, Jerman, hingga Turki, sebelum akhirnya meraih kesempatan tampil di NBA.
Dalam empat tahun karier NBA-nya, Wanamaker sempat memperkuat Boston Celtics, Golden State Warriors, Charlotte Hornets, Indiana Pacers, dan Washington Wizards. Pengalaman lintas benua itu kini menjadi bekal berharga untuk melatih generasi baru di Philadelphia.
Roman Catholic sendiri baru saja menutup musim dengan rekor 25-6 dan status sebagai tim nomor satu di Pennsylvania, meski harus puas sebagai runner-up setelah kalah dari Father Judge Crusaders di final negara bagian kelas 6A.
Menariknya, skuad Cahillites musim depan akan dihuni wajah-wajah dengan darah basket NBA. Dua di antaranya adalah Sammy dan Shayne Jackson, putra Marc Jackson yang pernah bermain tujuh musim di liga. Tak kalah spesial, putra Wanamaker sendiri, Brad, juga masuk roster tim.
Dengan kombinasi tradisi juara, darah baru, serta sosok pelatih yang punya pengalaman global, Roman Catholic berpotensi menjaga dominasinya di level tertinggi basket sekolah menengah. Jadwal penuh musim 2025-26 belum dirilis, namun satu laga sudah dipastikan: duel melawan Archbishop Ryan Raiders pada 9 Januari 2026.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!