Udara Jakarta Makin Mengkhawatirkan! AQI Tembus 160, Diprediksi Memburuk Sore Ini

Kualitas udara Jakarta masuk kategori tidak sehat sejak Kamis pagi. Polusi diprediksi kembali meningkat pada siang hingga sore hari dengan AQI mencapai 163.

Udara Jakarta Makin Mengkhawatirkan! AQI Tembus 160, Diprediksi Memburuk Sore Ini
Kualitas udara Jakarta pada Kamis pagi, 22 Oktober 2026, masuk kategori tidak sehat dengan AQI 160. - (Dok. Istimewa).

JAKARTA, GENVOICE.ID - Warga Jakarta perlu lebih waspada terhadap kondisi udara pada Kamis (22/10/2026). Kualitas udara Ibu Kota tercatat masuk kategori tidak sehat sejak pagi dan diprediksi kembali memburuk menjelang sore.

Berdasarkan data IQAir yang dikutip Kompas.com pada pukul 06.00 WIB, indeks kualitas udara atau Air Quality Index (AQI) Jakarta berada di angka 160. Polutan utama yang tercatat adalah partikel halus PM2.5 dengan konsentrasi mencapai 68 mikrogram per meter kubik.

AQI Jakarta Masuk Kategori Tidak Sehat

Angka AQI 160 menunjukkan kualitas udara berada dalam kondisi tidak sehat. Kondisi tersebut perlu menjadi perhatian, terutama bagi masyarakat yang memiliki sensitivitas lebih tinggi terhadap paparan polusi udara.

Kelompok sensitif seperti anak-anak, lansia, serta orang dengan gangguan pernapasan disarankan lebih berhati-hati ketika melakukan aktivitas di luar ruangan. Masyarakat juga perlu menyesuaikan kegiatan dengan perkembangan kualitas udara sepanjang hari.

Berdasarkan prakiraan per jam IQAir, kualitas udara Jakarta masih berada pada kategori tidak sehat hingga siang hari. Pada pukul 07.00 WIB, AQI diperkirakan tetap berada di angka 160.

Memasuki pukul 08.00 WIB, indeks diprediksi turun tipis menjadi 158 dan kembali menjadi 154 pada pukul 09.00 WIB. Sementara pada pukul 10.00 hingga 12.00 WIB, AQI diperkirakan berada di kisaran 147-148.

Polusi Diprediksi Memburuk Sore Hari

Meski sempat mengalami penurunan pada pagi menjelang siang, kondisi udara Jakarta diperkirakan kembali memburuk pada siang hingga sore hari. AQI diprediksi naik menjadi 153 pada pukul 14.00 WIB.

Kondisi tersebut kemudian diperkirakan semakin buruk pada pukul 15.00 WIB dengan AQI mencapai 157. Puncaknya diprediksi terjadi sekitar pukul 16.00 WIB ketika indeks kualitas udara mencapai 163.

Setelah pukul 16.00 WIB, kualitas udara diperkirakan mulai membaik secara perlahan. AQI diprediksi berada di angka 160 pada pukul 17.00 WIB, kemudian turun menjadi 157 pada pukul 18.00 WIB dan 155 pada pukul 19.00 WIB.

Kualitas Udara Diprediksi Membaik Malam Hari

Kondisi udara Jakarta diperkirakan mulai membaik pada malam hari. IQAir memprediksi AQI turun menjadi 143 pada pukul 20.00 WIB.

Penurunan diperkirakan berlanjut pada pukul 21.00 WIB dengan AQI mencapai 131. Kemudian pada pukul 22.00 WIB, indeks diprediksi kembali turun hingga 119.

Meski demikian, angka tersebut merupakan prakiraan per jam sehingga kondisi sebenarnya di lapangan dapat berubah. Perubahan cuaca, angin, aktivitas kendaraan, serta faktor lingkungan lainnya dapat memengaruhi kualitas udara secara langsung.

Cara Mengurangi Paparan Polusi Udara

Ketika kualitas udara memburuk, masyarakat disarankan mengurangi aktivitas di luar ruangan. Salah satu langkah yang dapat dilakukan adalah menghindari olahraga di luar ruangan karena aktivitas fisik dapat membuat seseorang menghirup udara lebih banyak.

Selain itu, jendela rumah sebaiknya ditutup untuk mengurangi masuknya udara luar yang tercemar. Masyarakat juga dapat menggunakan alat pemantau kualitas udara untuk mengetahui kondisi lingkungan sekitar secara berkala.

Jika harus beraktivitas di luar rumah, penggunaan masker dapat membantu mengurangi paparan polutan. Penggunaan air purifier di dalam ruangan juga dapat menjadi pilihan untuk membantu menjaga kualitas udara di dalam rumah.

Warga Diminta Menyesuaikan Aktivitas

Dengan kondisi udara yang masuk kategori tidak sehat, masyarakat Jakarta disarankan tidak mengabaikan informasi kualitas udara harian. Aktivitas di luar ruangan sebaiknya dikurangi ketika indeks polusi meningkat, khususnya pada waktu yang diperkirakan memiliki kualitas udara terburuk.

Pemantauan kualitas udara juga penting dilakukan karena kondisi aktual dapat berbeda dari prakiraan. Dengan menyesuaikan aktivitas berdasarkan kondisi udara, risiko paparan polusi dapat diminimalkan.

A

0 Comments

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Kirim
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE