Chef Juna Ungkap Alasannya Tak Pernah Patah Hati: "Karena Gue Pakai Logika"
JAKARTA, GENVOICE.ID - Chef Juna Rorimpandey kembali mencuri perhatian publik usai mengungkap pandangannya soal cinta. Dalam sebuah podcast bersama Raditya Dika yang tayang di YouTube pada Senin (22/9/2025), chef berusia 50 tahun itu mengaku tak pernah merasa patah hati meski hubungannya dengan pasangan harus berakhir.
"Laki-laki patah hati, menurut gue, bego sih. Karena kalau gue lebih pakai logika," kata Chef Juna blak-blakan, dilansir dariOkezone Celebrity, Senin (22/9).
Ia menjelaskan bahwa hidupnya sebelum bertemu pasangan tetap berjalan baik. Aktivitasnya seperti bekerja, makan, dan hobi mengendarai motor selalu bisa membuatnya merasa cukup. Oleh karena itu, ia menilai wajar jika setelah hubungan kandas, hidupnya juga tetap harus berjalan tanpa drama berlebihan.
"Hidup gue sebelum bertemu lo baik-baik saja. Gue makan, gue kerja, gue main motor. Terus ketika lo pergi, gue bakal sekarat gitu? Emang lo siapa?" tegasnya.
Pernyataan Chef Juna ini sontak menimbulkan perdebatan di media sosial. Potongan videonya yang diunggah ulang oleh akun TikTok @iniaku_14__ menuai banyak komentar. Sebagian warganet mendukung pandangan sang chef, namun tak sedikit pula yang menentangnya.
Sejumlah komentar menilai logika memang sulit diterapkan dalam hubungan yang melibatkan perasaan mendalam. "Kalau kecintaan, enggak segampang itu Bung pakai logika," tulis seorang pengguna. Ada juga yang menilai, "Sejak kapan saat jatuh cinta manusia bisa menggunakan logikanya?"
Meski begitu, ada pula yang sepakat dengan prinsip Juna. Mereka menilai setiap orang memiliki cara berbeda dalam menghadapi kegagalan hubungan.
Chef Juna sendiri bukan sosok yang asing dalam urusan asmara. Ia pernah menikah dengan seorang perempuan asal Amerika Serikat pada 2007. Namun, rumah tangga mereka hanya bertahan dua tahun sebelum akhirnya bercerai pada 2009.
Dalam wawancara di kanal YouTube Deddy Corbuzier pada 2020, Juna sempat menceritakan penyebab perpisahan tersebut. Mantan istrinya bekerja sebagai ahli anestesiologi di salah satu rumah sakit kanker terbesar di AS, sementara Juna sibuk dengan profesinya sebagai chef. Perbedaan jadwal membuat mereka jarang bertemu hingga akhirnya sepakat untuk berpisah secara baik-baik.
"Dia jam 20.00 sudah tidur. Sedangkan gue, baru pulang jam 01.00 dini hari. Dia berangkat pagi, gue baru bangun. Jadi memang jarang bertemu. Akhirnya cerai baik-baik," ungkap Juna kala itu.
Dengan prinsip yang ia pegang hingga kini, Chef Juna tampaknya lebih mengandalkan logika ketimbang perasaan dalam menjalani hubungan. Baginya, patah hati bukanlah akhir dari segalanya, melainkan bagian dari hidup yang tetap harus dilalui dengan kepala dingin.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!