Larangan Study Tour Jabar Disorot! Dedi Sebut Cuma Rekreasi, Pelaku Wisata Protes Keras

Polemik larangan study tour di Jawa Barat memanas, Gubernur Dedi Mulyadi tegaskan kegiatan itu hanya rekreasi, sementara pelaku wisata gelar demo di Gedung Sate.

Larangan Study Tour Jabar Disorot! Dedi Sebut Cuma Rekreasi, Pelaku Wisata Protes Keras
Potret Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi melalui Instagram pribadinya @dedimulyadi71. - (Dok. Instagram @dedimulyadi71).

JAKARTA, GENVOICE.ID - Larangan study tour di Jawa Barat menuai demo pelaku wisata, sementara Gubernur Dedi Mulyadi menyebut study tour sekolah hanya sekadar rekreasi.

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi angkat suara soal aksi unjuk rasa pelaku usaha wisata yang memprotes kebijakan larangan study tour.

Menurutnya, demo yang terjadi di depan Gedung Sate pada Senin (21/7/2025) justru membuka fakta, yang justru selama ini study tour sekolah lebih mirip kegiatan piknik/rekreasi komersial ketimbang bagian esensial dari pembelajaran.

"Dengan adanya demonstrasi itu, semakin jelas bahwa study tour sebenarnya hanyalah kegiatan piknik atau rekreasi. Buktinya, yang demo kemarin adalah para pelaku usaha pariwisata," sebut Dedi lewat akun Instagram @dedimulyadi71.

Dedi menyebut dukungan terhadap aksi penolakan larangan study tour tidak hanya datang dari pelaku wisata Jabar, tapi juga dari daerah tujuan populer seperti Yogyakarta, bahkan penyedia jasa jeep Merapi ikut bersuara.

Bagi Dedi, ini menguatkan dugaan bahwa paket study tour selama ini didorong oleh kepentingan industri wisata, bukan kebutuhan akademik murid.

Inti kebijakan larangan study tour, kata Dedi, adalah melindungi wali murid agar tidak terus dipaksa memikul biaya perjalanan yang tidak wajib secara pendidikan. Banyak orangtua merasa sungkan menolak karena takut anaknya dikucilkan kalau tidak ikut.

"Komitmen saya tetap untuk menjaga ketenangan para orangtua supaya tidak terbebani biaya yang bukan bagian dari pendidikan," tegasnya.

Pemerintah provinsi, lanjut Dedi, ingin memastikan pendidikan tetap terjangkau dan fokus pada pembentukan karakter, bukan ajang pamer destinasi liburan.

Pariwisata Jalan Terus, tapi Sasaran Tepat

Dedi menegaskan ia tidak anti-pariwisata. Justru, sektor wisata harus tetap hidup namun menyasar wisatawan yang memang mampu secara ekonomi, termasuk turis domestik berdaya beli dan wisatawan asing.

Ia tidak ingin keluarga berpenghasilan pas-pasan "terseret" ikut tour mahal hanya karena rombongan sekolah. Fenomena anak memaksa orangtua demi gengsi jadi salah satu alasan keras diberlakukannya pembatasan.

Demo Pelaku Wisata: "Larangan Study Tour Matikan Usaha"

Di sisi lain, pelaku sektor wisata mengaku terpukul. Ratusan pekerja dari sopir bus, pemilik travel, hingga pelaku UMKM menggelar aksi di Gedung Sate, Bandung, menuntut Dedi mencabut poin ketiga Surat Edaran (SE) Gubernur Jabar No. 45/PK.03.03/KESRA yang memuat larangan study tour sekolah, terutama perjalanan dari Jabar ke luar daerah.

Menurut Herdi Sudardja, Koordinator aksi Solidaritas Pekerja Pariwisata Jawa Barat (P3JB), kebijakan ini lebih parah dari dampak pandemi bagi pendapatan sektor pariwisata.

Karena tak berhasil bertemu Dedi, massa aksi sore harinya memblokade Jalan Layang Pasupati. Imbasnya, kemacetan mengular sekitar 3 kilometer hingga kawasan Pasteur.

Aksi ini menunjukkan betapa besar ketergantungan ekosistem pariwisata transportasi, hotel, kuliner, jasa lokal pada rombongan study tour sekolah.

Polemik larangan study tour di Jawa Barat diperkirakan masih berlanjut, namun Gubernur Dedi Mulyadi menegaskan kebijakan ini demi melindungi orangtua dari biaya rekreasi yang tidak wajib.

Pemerintah berharap sektor pariwisata tetap berjalan dengan sasaran wisatawan yang tepat tanpa membebani keluarga.

S
Sarah Ramadhani
Penulis

0 Comments

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Kirim
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE