Profil dr. Gia: Sosok Dokter Viral yang Curi Perhatian Lewat Storytelling Apik
JAKARTA, GENVOICE.ID - Nama Gia Pratama Putra atau yang dikenal sebagai dr. Gia semakin ramai diperbincangkan publik setelah tampil dalam podcast milik Raditya Dika berjudul "Cerita dari Ruang IGD". Dalam perbincangan tersebut, dr. Gia membagikan pengalaman medis dengan pendekatan storytelling yang tenang dan mudah dipahami, membuat topik kesehatan terasa lebih dekat dengan masyarakat.
Gaya komunikasinya yang santai dan tidak menggurui membuat banyak warganet menjulukinya sebagai "dokter tentram". Sebutan ini muncul karena pembawaannya yang kalem, bahkan kerap dibandingkan dengan karakter dokter lain yang lebih ekspresif di ruang publik.
Secara latar belakang, dr. Gia merupakan lulusan Fakultas Kedokteran Universitas YARSI. Ia meniti karier sebagai dokter umum dengan pengalaman panjang di Instalasi Gawat Darurat (IGD). Dalam perjalanannya, ia juga pernah menjabat sebagai kepala IGD serta terlibat dalam manajemen rumah sakit, termasuk di RSUP Fatmawati dan RS Prikasih.
Pengalaman menangani berbagai kasus darurat sejak masa koas di sejumlah rumah sakit daerah membentuk perspektifnya dalam melihat dunia medis. Hal ini pula yang kemudian menjadi bahan cerita yang ia bagikan ke publik, baik melalui media sosial maupun forum diskusi.
Tak hanya berkiprah di dunia kesehatan, dr. Gia juga dikenal sebagai penulis. Salah satu karyanya yang mencuri perhatian adalah "#BerhentiDiKamu", yang diangkat dari kisah pribadinya dan sempat viral di media sosial sebelum akhirnya diadaptasi menjadi film layar lebar pada 2020. Selain itu, ia juga menulis buku lain seperti "Perikardia" dan "Garda Detak" yang mengangkat cerita kehidupan dan pengalaman di dunia medis.
Di era digital, dr. Gia aktif sebagai edukator kesehatan. Ia memanfaatkan platform media sosial untuk menyampaikan informasi medis dengan bahasa sederhana, sehingga lebih mudah dipahami oleh masyarakat umum. Pendekatan ini dinilai efektif dalam meningkatkan kesadaran publik terhadap isu kesehatan tanpa membuatnya terasa rumit atau menakutkan.
Kehadirannya di berbagai platform, termasuk podcast populer, memperkuat posisinya sebagai salah satu figur tenaga medis yang mampu menjembatani ilmu kesehatan dengan kebutuhan informasi masyarakat. Dengan gaya komunikasi yang humanis dan narasi yang kuat, dr. Gia terus menunjukkan bahwa edukasi kesehatan dapat disampaikan secara ringan tanpa mengurangi esensi ilmiahnya.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!