Garuda di Dadaku Versi Animasi Segera Rilis: Digarap Animator Marvel Ronny Gani Bareng Ratusan Kreator Lokal
JAKARTA, GENVOiCE.ID - Industri perfilman tanah air bener-bener lagi naik kelas, Gen! Siapa sih yang nggak tahu IP legendaris Garuda di Dadaku? Setelah dulu sukses besar bikin kita semua merinding lewat versi live-action yang penuh semangat perjuangan di lapangan hijau, sekarang kisah mimpi besar anak bangsa ini siap hadir kembali dengan wajah yang lebih segar. Nggak tanggung-tanggung, cerita penuh inspirasi ini bakal dikemas dalam format film animasi layar lebar yang sangat ambisius. Hal yang bikin proyek ini makin gila adalah sosok di balik layarnya, yaitu Ronny Gani. Buat kamu yang belum tahu, Ronny adalah animator sekaligus visual effects artist kelas dunia yang sudah malang melintang di Marvel Studios. Bayangkan saja, tangan dingin yang ikut membidani lahirnya aksi-aksi keren superhero dunia, sekarang pulang kampung buat menghidupkan karakter kebanggaan Indonesia.
Proyek animasi panjang ini bukan main-main karena melibatkan lebih dari 300 kreator dan animator jempolan dari berbagai sudut wilayah di Indonesia. BASE Entertainment bersama KAWI Animation baru saja secara resmi memperkenalkan teaser trailer dan poster perdana mereka. Peluncuran ini sekaligus jadi gong dimulainya kampanye besar-besaran sebelum film ini resmi tayang di bioskop pada tahun 2026 mendatang. Ronny Gani yang juga menjadi sutradara debutan di film ini menegaskan bahwa meskipun dia punya pengalaman belasan tahun di Hollywood-termasuk ngerjain film-film gede kayak The Avengers, Avengers: Age of Ultron, Ant-Man, sampai Avengers: Endgame-dia nggak mau asal jiplak cara kerja di sana.
Menurut Ronny, ekosistem animasi di Indonesia itu unik dan punya tantangan tersendiri. Alih-alih cuma ngandelin teknologi mahal yang super canggih, dia lebih milih fokus pada kualitas seni atau craftsmanship yang tinggi. "Kami sangat kuat di sisi artistik, dan itu yang tidak bisa dinegosiasikan. Pendekatan teknisnya mungkin lebih sederhana, bahkan terkesan primitif, tapi tidak mengurangi kualitas visual dan emosinya," ujar Ronny saat ditemui di Jakarta (17/12/2025). Gaya produksi ini justru bikin timnya lebih bebas eksplorasi, apalagi buat bikin karakter fiksi seperti Gaga dan Dewi Garuda yang butuh sentuhan fantasi, emosi, sekaligus unsur komedi yang pas buat selera kita.
Salah satu hal yang bakal bikin kamu betah nonton adalah desain lingkungannya yang Indonesia banget. Tim produksi sengaja ngambil inspirasi dari dunia nyata biar visualnya kerasa hiper-realistik tapi tetep punya jiwa lokal. Contohnya saja pas mereka nerjemahin suasana stadion sepak bola kita ke dalam film. Ronny pengen banget penonton ngerasain emosi dan atmosfer yang sama kayak pas lagi nonton bola beneran. "Ketika penonton melihatnya, mereka bisa langsung merasa, 'gue pernah ke situ'. Kedekatan emosional itulah yang ingin kami bangun," jelasnya.
Biar makin hidup, deretan pengisi suaranya juga nggak sembarangan. Komedian sekaligus konten kreator Kristo Immanuel dipercaya buat ngisi suara Gaga, burung Garuda kecil yang enerjik dan bakal jadi sumber komedi di film ini. Selain itu, ada Keanu Azka yang ngisi suara Putra, bocah 13 tahun yang punya mimpi jadi bintang Timnas Indonesia. Nggak ketinggalan, ada Revalina S. Temat sebagai Dewi Garuda dan Quinn Salman sebagai Naya yang makin melengkapi daftar cast-nya.
Ceritanya sendiri bakal fokus ke perjalanan Putra yang sempet drop dan nggak pede setelah gagal seleksi bola. Hidupnya berubah drastis pas ketemu Gaga, si Garuda magis yang ngebantu dia buat nemuin keberaniannya lagi. Intinya, film ini bukan cuma soal nendang bola, tapi tentang persahabatan, mental juara, dan cara bangkit dari kegagalan. Jadi, jangan sampai kelewatan ya pas rilis nanti!
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!