Keluarga Jurnalis Firdaus yang Hilang di Krakatau Ikhlaskan Kepergiannya
JAKARTA, GENVOICE.ID - Keluarga Firdaus Wajidi atau Daus, salah satu jurnalis yang hilang kontak saat melakukan peliputan di sekitar Gunung Anak Krakatau, Selat Sunda, Banten, menyatakan telah mengikhlaskan kepergian kerabat mereka.
Pernyataan tersebut disampaikan perwakilan keluarga Firdaus, Diki, dalam acara "Doa Bersama dan Solidaritas untuk 5 Jurnalis" di Gedung Dewan Pers, Jakarta, Senin.
Diki mengatakan keluarga memahami kondisi yang terjadi setelah proses pencarian terhadap rombongan jurnalis dan kru kapal KM Arupadatu I berlangsung selama 10 hari tanpa menemukan tanda-tanda keberadaan mereka.
"Kami sesama jurnalis juga dan kebetulan keluarga juga, tentu mengikhlaskan kepergian keluarga kami ini," ujar Diki.
Meski telah berusaha mengikhlaskan, keluarga masih berharap Firdaus dan korban lainnya dapat ditemukan. Harapan tersebut tetap ada meskipun operasi pencarian dan pertolongan (SAR) gabungan telah dihentikan secara resmi.
Diki juga menyampaikan apresiasi kepada pemerintah, Basarnas, serta organisasi dan insan pers yang telah memberikan bantuan selama proses pencarian berlangsung.
"Terima kasih untuk semuanya. Mohon dimaafkan jika ada kekurangan atau kesalahan dari keluarga kami," katanya.
Operasi SAR Dihentikan Setelah 10 Hari
Operasi SAR gabungan untuk mencari lima jurnalis dan tiga kru KM Arupadatu I yang hilang kontak di perairan Selat Sunda resmi dihentikan setelah berlangsung selama 10 hari.
Gubernur Banten Andra Soni mengumumkan penghentian operasi tersebut dalam konferensi pers di Posko Utama SAR Gabungan, Dermaga Marina Carita, Kabupaten Pandeglang, Kamis (17/9) petang.
Selama operasi berlangsung, tim SAR gabungan melakukan penyisiran di sejumlah sektor untuk mencari keberadaan rombongan. Namun, hingga operasi ditutup, tidak ditemukan tanda-tanda keberadaan korban maupun awak kapal.
Meski operasi resmi dihentikan, pemerintah daerah bersama Basarnas memastikan pencarian dapat kembali dibuka apabila muncul petunjuk baru atau laporan masyarakat yang telah terkonfirmasi.
Andra juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur tim SAR gabungan dan insan pers yang ikut mengawal proses pencarian serta pemberitaan mengenai operasi kemanusiaan tersebut.
Delapan Orang Hilang Kontak
Rombongan yang dilaporkan hilang kontak berjumlah delapan orang. Mereka terdiri atas lima jurnalis dan tiga orang yang berada dalam kru atau perjalanan kapal.
Lima jurnalis tersebut adalah M Bagus Khoirunnas dari Kantor Berita ANTARA, Ari Basuki dari Merdeka.com, Yudhistiro dari iNews, Firdaus dari Anadolu, serta Donal yang merupakan jurnalis lepas.
Sementara itu, tiga orang lainnya adalah Warta yang bertugas sebagai kapten kapal, Surakman sebagai anak buah kapal (ABK), dan Heriyanto yang merupakan pemandu.
Rombongan tersebut dilaporkan hilang kontak pada Senin (7/9) sekitar pukul 14.00 WIB saat berada di perairan Selat Sunda.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!