Awalnya Cuma Main Bola di Meja Pingpong, Ini Sejarah Lahirnya Teqball hingga Masuk Asian Games
Olahraga asal Hongaria ini menggabungkan teknik sepak bola dengan konsep tenis meja, voli, dan sepak takraw hingga akhirnya dipertandingkan di Asian Games 2026.
JAKARTA, GENVOICE.ID - Teqball menjadi salah satu cabang olahraga yang menarik perhatian dalam gelaran Asian Games Aichi-Nagoya 2026. Cabang olahraga ini untuk pertama kalinya dipertandingkan di Asian Games dan Indonesia berhasil meraih dua medali melalui Yoga Ardika Putra dan Sumaya.
Yoga berhasil membawa pulang medali perunggu dari nomor tunggal putra, sedangkan Sumaya meraih medali perak pada nomor tunggal putri. Pencapaian tersebut membuat teqball semakin menarik perhatian karena olahraga ini memiliki cara bermain yang berbeda dari cabang olahraga yang selama ini populer.
Teqball memadukan sejumlah elemen dari sepak bola, tenis meja, voli, dan sepak takraw. Permainan dilakukan menggunakan bola sepak di atas meja khusus yang memiliki permukaan melengkung dan dilengkapi net di bagian tengah.
Lantas, bagaimana sebenarnya sejarah teqball hingga bisa berkembang menjadi olahraga internasional dan masuk dalam ajang Asian Games? Selain sejarahnya, aturan permainan serta bentuk meja dan lapangan menjadi bagian penting untuk mengenali olahraga yang satu ini.
Berawal dari Kebiasaan Bermain Bola
Teqball dikembangkan di Hongaria pada 2012 oleh Gabor Borsanyi, seorang mantan pemain sepak bola profesional. Ide awalnya muncul dari kebiasaan Borsanyi memainkan bola menggunakan meja tenis meja.
Permainan tersebut ternyata memiliki kendala karena permukaan meja tenis meja yang datar membuat bola sulit memantul dengan arah yang sesuai. Dari persoalan itu, muncul gagasan membuat meja dengan permukaan melengkung sehingga bola dapat memantul secara lebih terarah.
Borsanyi kemudian mengembangkan konsep tersebut bersama Viktor Huszar dan Gyorgy Gattyan. Teqball perlahan diperkenalkan kepada publik dan FITEQ mencatat 2014 sebagai salah satu tonggak penting karena video publik pertama mengenai olahraga tersebut diperkenalkan bertepatan dengan pembukaan Piala Dunia FIFA 2014.
Sejak saat itu, teqball terus berkembang dan mulai dimainkan di berbagai negara. FITEQ kini mencatat terdapat 156 federasi nasional yang menaungi olahraga tersebut dan delapan Kejuaraan Dunia telah digelar sejak 2017 hingga 2025.
Gabungan Sepak Bola hingga Takraw
Keunikan teqball terletak pada perpaduan teknik dari beberapa cabang olahraga. Pemain menggunakan kemampuan dasar sepak bola seperti mengontrol dan memainkan bola menggunakan kaki, paha, dada, serta kepala.
Sementara itu, penggunaan meja dan net membuat permainan memiliki konsep yang menyerupai tenis meja. Bola harus dikembalikan melewati net menuju area lawan dengan memanfaatkan pantulan dari permukaan meja.
Gerakan atlet juga dapat menyerupai permainan sepak takraw karena membutuhkan kelenturan dan kemampuan melakukan gerakan akrobatik. Adapun pengaruh voli terlihat dari aturan yang membatasi jumlah sentuhan sebelum bola dikembalikan ke area lawan.
Punya Meja dengan Permukaan Melengkung
Meja menjadi salah satu ciri yang paling mudah dikenali dari olahraga teqball. Bentuknya berbeda dari meja tenis meja karena permukaan meja dibuat melengkung untuk membantu menghasilkan pantulan bola yang menjadi bagian penting dalam permainan.
Regulasi FITEQ menetapkan meja teqball memiliki panjang 3 meter dan lebar 1,5 meter. Ketinggian permukaannya tidak sama karena bentuknya melengkung, dengan titik terendah sekitar 0,565 meter dan titik tertinggi mencapai 0,76 meter dari lantai.
Pada bagian tengah meja terdapat net dengan panjang 1,7 meter dan ketebalan 0,02 meter. Tinggi net dari permukaan meja mencapai 0,14 meter, sedangkan jika dihitung dari titik tertinggi meja, bagian atas net berada sekitar 0,9 meter dari lantai.
Lapangan Teqball Harus Luas
Selain meja khusus, pertandingan teqball membutuhkan lapangan yang cukup luas agar atlet dapat bergerak dengan leluasa. Dalam pertandingan resmi, ukuran minimal lapangan adalah 16 meter untuk panjang dan 12 meter untuk lebar.
Pertandingan yang berlangsung di dalam ruangan juga memiliki ketentuan mengenai ketinggian langit-langit. Jarak antara permukaan lapangan dan langit-langit harus setidaknya 7 meter.
Lapangan permainan dikelilingi pembatas dengan ketinggian antara 0,5 hingga 1,5 meter. Meja berada di tengah lapangan, sementara garis tengah dan area servis menjadi penanda penting dalam pelaksanaan pertandingan.
Begini Aturan Dasar Teqball
Teqball dapat dimainkan dalam dua format, yakni tunggal dan ganda. Nomor tunggal mempertemukan dua pemain, sedangkan nomor ganda dimainkan oleh empat pemain yang terbagi menjadi dua tim.
Pertandingan menggunakan sistem tiga set terbaik dan setiap set dimainkan hingga salah satu pemain atau tim mencapai 12 poin. Pemain atau tim juga mendapatkan kesempatan servis dan pergantian servis dilakukan setiap dua poin.
Bola tidak boleh disentuh menggunakan bagian tubuh yang sama secara berturut-turut. Pemain juga tidak diperbolehkan mengembalikan bola dengan bagian tubuh yang sama dua kali secara berurutan.
Setiap pemain atau tim maksimal melakukan tiga sentuhan untuk mengembalikan bola ke area lawan. Sentuhan dapat menggunakan bagian tubuh selain tangan dan lengan, sedangkan pada nomor ganda pasangan wajib saling mengoper setidaknya satu kali dalam rangkaian tiga sentuhan.
Dalam pertandingan, pemain tidak diperbolehkan menyentuh meja maupun lawan. Teqball menggunakan bola sepak ukuran nomor lima sebagai ukuran resmi dan yang direkomendasikan.
Jika bola mengenai bagian tepi meja, reli dapat diulang sesuai ketentuan permainan. Dengan kombinasi teknik sepak bola dan aturan yang terinspirasi dari sejumlah olahraga lain, teqball menawarkan permainan yang membutuhkan kontrol bola, ketepatan, kelincahan, sekaligus kemampuan membaca arah pantulan.
Debut teqball di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 menjadi tonggak baru dalam perjalanan olahraga tersebut. Indonesia pun ikut mencatatkan namanya melalui raihan medali Yoga Ardika Putra dan Sumaya dalam debut teqball di pesta olahraga terbesar di Asia tersebut.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!