Kisah Pilu Kardinah, Adik Kandung RA Kartini yang Diarak Pakai Karung Goni di Masa Tua
Mengenal Kardinah, Sosok Adik Kesayangan yang Meneruskan Cita-Cita Kartini
JAKARTA, GENVOICE.ID -Di balik kemasyhuran nama RA Kartini sebagai tokoh emansipasi, tersimpan sebuah lembaran kelam yang menimpa adik kandungnya, Kardinah.
Jarang disorot oleh buku sejarah sekolah, masa tua Kardinah justru diwarnai dengan peristiwa memilukan yang terjadi di tengah gejolak revolusi pascakemerdekaan Indonesia tahun 1945.
Sebagai bagian dari keluarga ningrat, adik kandung Kartini ini harus menghadapi sentimen sosial yang ekstrem hingga mengalami penghinaan publik yang sangat membekas.
Memahami kisah tragis Kardinah memberikan kita perspektif baru mengenai tantangan berat yang dihadapi keluarga pahlawan nasional di masa-masa awal berdirinya Republik Indonesia.
Menjadi Sasaran Amuk Massa di Usia Renta
Kehidupan Kardinah yang tumbuh di lingkungan ningrat Jawa mendadak berubah drastis pada Oktober 1945, tepat dua bulan setelah Indonesia memproklamasikan kemerdekaan.
Sebagai istri dari mantan Bupati Tegal dan mertua dari bupati yang menjabat saat itu, status bangsawan Kardinah justru menjadi bumerang.
Sentimen anti-bangsawan meledak di kalangan rakyat yang merasa tertindas selama masa penjajahan Belanda dan Jepang. Keluarga ningrat dianggap sebagai pihak yang bekerja sama dengan penjajah (kolaborator).
Puncaknya terjadi pada Sabtu, 13 Oktober 1945, ketika sekelompok massa merangsek masuk ke kediaman Kardinah dengan tujuan mencari menantunya, Sunarjo (Bupati Tegal).
Tragedi Karung Goni di Kota Tegal
Karena Sunarjo tidak ditemukan, massa meluapkan kemarahan kepada Kardinah yang saat itu sudah berusia 64 tahun. Tidak hanya Kardinah, anak perempuan serta cucunya juga turut menjadi korban.
Dalam kondisi yang sangat merendahkan martabat, Kardinah dipaksa mengenakan pakaian dari karung goni yang kasar. Di usia yang sudah renta, ia diarak keliling kota Tegal di bawah tatapan dan hujatan warga.
Kardinah hanya bisa terdiam pasrah menerima perlakuan tersebut, yang kemudian tercatat sebagai salah satu peristiwa paling traumatis dalam sejarah hidupnya.
Tragedi ini menjadi pengingat bahwa di balik megahnya sejarah perjuangan bangsa, terdapat kisah-kisah personal yang penuh luka akibat pergeseran kekuasaan dan gejolak sosial di masa revolusi.
Kisah tragis Kardinah di masa tua merupakan pengingat nyata akan kompleksitas sejarah sosial di Indonesia pada masa transisi kekuasaan. Meski merupakan adik RA Kartini yang juga aktif dalam kegiatan sosial, ia tidak luput dari amuk massa akibat status bangsawan yang disandangnya kala itu.
Peristiwa diaraknya Kardinah menggunakan karung goni di Kota Tegal menjadi bukti betapa besarnya trauma yang harus ditanggung oleh individu di tengah arus revolusi yang tak terkendali.
Dengan mengenang sejarah ini, kita diajak untuk lebih bijak dalam melihat perjuangan panjang para tokoh bangsa dan keluarga mereka yang penuh dengan pengorbanan serta air mata.
0 Comments
- 3 Film Korea Terbaru 2026 di Netflix: HUMINT Raih 4,9 Juta Penonton di Posisi Pertama!
- 7 Anime Underrated di Crunchyroll Maret 2026: Dari Aksi Buddy Daddies hingga Serunya Wind Breaker!
- 10 Film Jepang Romantis Rating Tinggi yang Paling Menguras Emosi dan Bikin Baper Maksimal, Ada Kisah Nyata Hingga Fantas...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!