V BTS Kaget Chat Pribadi Dipakai di Sidang HYBE vs Min Hee Jin Tanpa Izin

V BTS Kaget Chat Pribadi Dipakai di Sidang HYBE vs Min Hee Jin Tanpa Izin
- (Dok. Istimewa).

JAKARTA, GENVOICE.ID -  Kim Taehyung, atau V BTS, akhirnya angkat suara setelah pesan KakaoTalk miliknya diperlihatkan di pengadilan dalam konflik hukum antara HYBE dan Min Hee Jin.

Ia menegaskan bahwa dirinya tidak memihak pihak mana pun dan menyebut percakapan itu murni bersifat pribadi.

Melalui akun media sosial pribadinya pada 20 Februari 2026, V menyampaikan keterkejutannya. Pelantun Rainy Days itu menilai penggunaan chat tanpa persetujuan merupakan hal yang tidak ia duga.

“Itu adalah bagian dari percakapan pribadi sehari-hari yang saya lakukan saat berempati dengan seseorang yang saya kenal,” tulis V.
“Saya sama sekali tidak berniat memihak. Namun, saya sangat terkejut bahwa percakapan tersebut diajukan sebagai bukti tanpa persetujuan saya.”

Chat KakaoTalk Jadi Bukti Sidang
Isu ini mencuat setelah Pengadilan Distrik Pusat Seoul pada 12 Februari 2026 memutus perkara terkait dua gugatan: klaim HYBE soal pengakhiran perjanjian pemegang saham dan gugatan Min Hee Jin terkait pembayaran transaksi saham.

Pengadilan menolak klaim HYBE dan memutuskan bahwa HYBE harus membayar sekitar 25,5 miliar won kepada Min Hee Jin, mantan CEO ADOR. Dalam proses persidangan, pihak Min menyerahkan pesan KakaoTalk, termasuk percakapan dengan V BTS, sebagai bagian dari bukti dan pengadilan menerimanya.

Menurut laporan media Korea, isi chat tersebut menyinggung diskusi santai mengenai kontroversi plagiarisme yang melibatkan ILLIT dan NewJeans.

Dalam kutipan yang beredar, V diduga menulis:
“Ya… aku juga melihatnya dan berpikir, ‘Ah, ini agak mirip…’”

Reaksi Industri Ikut Memanas
Putusan yang memenangkan Min Hee Jin memicu respons keras di industri hiburan Korea. Sebagian pengamat menilai keputusan tersebut bisa memunculkan preseden rumit, terutama karena konflik panjang yang berdampak pada stabilitas artis dan label.

Pada 13 Februari 2026, Korea Entertainment Producers Association (KEPA) menyampaikan kekhawatiran resmi. Mereka memperingatkan bahwa putusan itu berpotensi ditafsirkan sebagai bentuk “kekebalan untuk memanipulasi”, terutama dalam industri yang sangat bergantung pada kepercayaan.

Perdebatan Bukti dan Interpretasi Hakim
Kontroversi juga muncul dari interpretasi bukti yang dinilai berbeda antar perkara. Salah satu yang ramai dibahas adalah pesan yang merujuk ADOR sebagai “cangkang kosong”.

Dalam perkara sebelumnya, frasa itu ditafsirkan sebagai implikasi penghapusan NewJeans. Namun dalam kasus opsi jual, hakim menyimpulkan bahwa istilah tersebut merujuk pada kemungkinan kepergian Min Hee Jin, bukan grupnya.

Perbedaan tafsir terhadap bukti serupa memicu diskusi luas soal konsistensi penalaran yudisial di kalangan pengamat industri K-pop.

V Tekankan Privasi dan Posisi Netral
Di tengah memanasnya perdebatan, V BTS menegaskan kembali bahwa pesan tersebut bukan sikap resmi. Ia menekankan bahwa chat itu lahir dari percakapan personal, bukan posisi profesional dalam konflik HYBE dan Min Hee Jin.

Hingga kini, belum ada pernyataan tambahan dari HYBE maupun Min Hee Jin terkait respons V. Namun kemunculan nama V dalam dokumen persidangan jelas memperluas sorotan publik terhadap drama hukum paling besar di industri K-pop saat ini.

 
 
M
M Ihsan
Penulis

0 Comments

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Kirim
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE