Reza Rahadian Debut Sutradara di Film ‘Pangku’, Drama Pedih di Tengah Krisis 1998!

N
Nayla Shabrina
Penulis
Entertainment
Reza Rahadian Debut Sutradara di Film ‘Pangku’, Drama Pedih di Tengah Krisis 1998!
- (Dok. Variety).

JAKARTA, GENVOICE.ID - Siapa yang tak kenal Reza Rahadian? Aktor berbakat dengan segudang penghargaan ini kini melangkah ke dunia penyutradaraan lewat proyek film terbarunya, "Pangku" (On Your Lap).

Film ini tak hanya menyajikan kisah emosional yang menyentuh, tetapi juga membawa penonton kembali ke tahun 1998-masa kelam ketika Indonesia dihantam krisis ekonomi.

Dipilih sebagai salah satu proyek unggulan di Hong Kong, Asia Film Financing Forum (HAF), "Pangku" menghadirkan narasi yang mendalam tentang perjuangan seorang perempuan muda di tengah kerasnya kehidupan.

"Pangku" mengikuti perjalanan Sartika, seorang wanita muda yang sedang mengandung dan terpaksa meninggalkan kota demi mencari kehidupan yang lebih baik bagi anaknya.

Perjalanannya membawanya ke Pantura, kawasan pesisir utara Jawa yang terkenal dengan kehidupan malamnya. Di sana, ia bertemu dengan Maya, pemilik warung kopi yang awalnya tampak baik, tetapi kemudian memanfaatkannya untuk bekerja sebagai "Kopi Pangku", yaitu tradisi di mana perempuan menemani pria sambil duduk di pangkuan mereka saat minum kopi.

Namun, di tengah keterpurukannya, Sartika bertemu dengan Hadi, seorang sopir truk distribusi ikan yang membawa warna baru dalam hidupnya. Perasaan cinta tumbuh di antara mereka, tetapi apakah cinta bisa menjadi jawaban atas segala masalahnya?

iklan gulaku

Surat Cinta Reza Rahadian untuk Sang Ibu

Bagi Reza, "Pangku" bukan sekadar film, tetapi sebuah kisah personal yang terinspirasi dari ketegaran sang ibu.

"Pangku adalah gambaran yang sangat pribadi dan intim tentang ketahanan seorang ibu, yang terinspirasi oleh kekuatan ibu saya sendiri yang tak tergoyahkan," kata Reza, dikutip dari Variety pada Rabu, (19/3).

"Film ini adalah surat cinta untuknya, dan untuk semua ibu yang berjuang dalam diam, namun tetap tekun," imbuhnya.

Film ini ingin menyoroti realita pahit yang dihadapi perempuan dalam sistem yang tak berpihak pada mereka. Lewat "Pangku," Reza ingin menunjukkan bahwa tidak semua orang hidup dengan rencana matang, bagi sebagian orang, sekadar bertahan hidup saja sudah merupakan sebuah pencapaian besar.

Dengan anggaran produksi mencapai $875.000, "Pangku" kini sudah mengamankan 85% pendanaan dan sedang mencari tambahan dana untuk tahap pascaproduksi serta distribusi.

Film ini didukung oleh dua produser kawakan, Arya Ibrahim dan Gita Fara, yang sebelumnya telah membawa berbagai film Indonesia ke panggung festival internasional.

Ibrahim, CEO Gambar Gerak Films dan Raya Rasa Management, dikenal sebagai sosok penting di dunia perfilman dan pernah menjadi ketua eksekutif Festival Film Indonesia pada 2021-2023. Sementara itu, Fara adalah produser di balik film-film berkelas seperti "The Seen and Unseen" (2017) dan "Before, Now and Then" (2022) karya Kamila Andini.

Saat ini, tim produksi tengah menyelesaikan film ini dengan target rampung tahun ini. Reza dan tim berharap "Pangku" bisa debut di festival film besar sebelum akhirnya tayang di bioskop Indonesia pada kuartal ketiga 2025.

Film ini bukan hanya menjadi bukti kepiawaian Reza Rahadian di balik layar, tetapi juga menjadi salah satu film Indonesia yang paling ditunggu tahun depan.

Siap-siap dibuat tersentuh, marah, sekaligus kagum dengan kisah perjuangan Sartika di "Pangku" nanti, ya Gen!

  • Tag:
  • Film Indonesia
  • Krisis Moneter
  • Krisis Tahun 1998
  • Film ‘Pangku’
  • Sutradara Film
  • Reza Rahardian
  • Film

0 Comments

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Kirim
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE
Update Today
Contraflow Tol Japek Arah Jakarta Dihentikan Gegara Hal Ini
Rivaldi Dani Rahmadi