19 Kuskus Mata Biru Dibantai Pemburu Liar di Ternate Barat, Pemuda Desa Berhasil Gagalkan Aksi

19 Kuskus Mata Biru Dibantai Pemburu Liar di Ternate Barat, Pemuda Desa Berhasil Gagalkan Aksi
Kuskus dibantai - (Dok. Istimewa).

JAKARTA, GENVOICE.ID - Kawasan hutan di Kecamatan Ternate Barat kembali tercoreng oleh praktik perburuan liar yang mengkhawatirkan.

Sebanyak 19 ekor Kuskus Mata Biru (Phalanger matabiru), satwa endemik Pulau Ternate dan Tidore, ditemukan tewas setelah diburu secara brutal dalam satu malam.

Peristiwa ini terungkap pada Senin (29/12/2025) dini hari, setelah pemuda yang tergabung dalam Komunitas Pulo Tareba, Kelurahan Takome, berhasil mencegat para pemburu di kawasan hutan sekitar Danau Tolire Besar, Kelurahan Loto. Aksi cepat warga tersebut mencegah kemungkinan jatuhnya korban lebih banyak dari satwa yang kini kian terancam populasinya.

Koordinator Komunitas Pulo Tareba, Junaidi Abas, menuturkan bahwa kecurigaan awal muncul ketika ia melihat sorot cahaya senter yang tidak biasa di tengah hutan. Cahaya tersebut terus mengarah ke pucuk pepohonan dan berlangsung cukup lama.

"Awalnya kami kira itu warga Loto yang sedang berjaga kebun durian, karena memang sedang musim. Tapi setelah diamati, arah cahayanya selalu ke atas pohon, itu yang mencurigakan," ujar Junaidi.

Untuk memastikan dugaan tersebut, Junaidi bersama rekan-rekannya mendekati lokasi. Kecurigaan mereka semakin kuat setelah terdengar suara tembakan senapan angin dari arah hutan. Dari situlah mereka menyimpulkan sedang terjadi perburuan satwa liar.

Saat berhasil dicegat, para pemburu diketahui telah menewaskan 19 ekor Kuskus Mata Biru. Satwa nokturnal yang dilindungi ini dikenal memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem hutan Maluku Utara.

Kasus ini kembali menyoroti lemahnya pengawasan di kawasan hutan serta masih maraknya perburuan satwa endemik. Warga berharap aparat penegak hukum dan instansi terkait segera menindak tegas para pelaku, sekaligus memperkuat upaya perlindungan terhadap Kuskus Mata Biru yang populasinya kian terdesak.

Aksi Komunitas Pulo Tareba dinilai menjadi contoh nyata peran masyarakat dalam menjaga hutan dan keanekaragaman hayati. Namun tanpa dukungan kebijakan dan penegakan hukum yang konsisten, ancaman terhadap satwa endemik Ternate dan Tidore dikhawatirkan akan terus berulang.

M
M Ihsan
Penulis

0 Comments

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Kirim
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE