Kenapa Banyak Hotel atau Gedung yang Tidak Memiliki Lantai 13? Ini Penjelasannya!
JAKARTA, GENVOICE.ID - Kalau pernah menginap di hotel bertingkat, coba perhatikan nomor lantainya. Setelah lantai 12, ada kemungkinan kamu langsung menemukan lantai 14. Lalu, ke mana lantai 13?
Fenomena ini memang terdengar aneh. Gedungnya tetap memiliki jumlah lantai yang sama secara fisik, tetapi angka 13 sengaja tidak digunakan sebagai penanda lantai. Alasannya berkaitan dengan sejarah, budaya, dan kepercayaan yang berkembang di berbagai negara.
Angka 13 Sering Dianggap Membawa Sial
Di sebagian budaya Barat, angka 13 memiliki reputasi sebagai angka yang kurang beruntung.
Kepercayaan tersebut sudah berkembang selama waktu yang sangat panjang dan memiliki berbagai teori mengenai asal-usulnya.
Salah satu alasan yang sering dikaitkan adalah posisi angka 13 setelah angka 12. Angka 12 dianggap memiliki kesan "lengkap" karena banyak sistem menggunakan kelompok 12, seperti 12 bulan, 12 jam, atau 12 zodiak.
Ketika angka 13 muncul setelahnya, angka tersebut kemudian mendapatkan berbagai asosiasi negatif.
Ada Istilah untuk Ketakutan terhadap Angka 13
Ketakutan berlebihan terhadap angka 13 dikenal sebagai triskaidekaphobia.
Istilah tersebut berasal dari bahasa Yunani dan digunakan untuk menggambarkan ketakutan terhadap angka 13.
Tidak semua orang memiliki ketakutan tersebut, tetapi kepercayaan terhadap angka 13 cukup dikenal dalam budaya populer.
Kenapa Hotel Ikut Menghindari Angka 13?
Hotel sangat bergantung pada kenyamanan dan pengalaman tamu.
Jika sebagian calon tamu merasa tidak nyaman tinggal di lantai 13, hotel dapat memilih untuk tidak menggunakan angka tersebut.
Jadi, setelah lantai 12, mereka bisa langsung menuliskan lantai berikutnya sebagai lantai 14.
Secara fisik, lantai tersebut tetap berada di posisi yang sama. Yang berubah hanya label angkanya.
Bukan Hanya Hotel
Fenomena ini tidak hanya ditemukan pada hotel.
Beberapa gedung apartemen, perkantoran, dan bangunan tinggi di negara tertentu juga menghindari penggunaan nomor 13.
Namun, praktik tersebut tidak berlaku universal.
Banyak gedung tetap menggunakan lantai 13 tanpa masalah.
Artinya, keputusan tersebut lebih berkaitan dengan budaya, target penghuni, dan pertimbangan bisnis daripada aturan konstruksi.
Ada Gedung yang Menggunakan Nama Lain
Beberapa bangunan tidak benar-benar menghilangkan lantai tersebut.
Mereka hanya mengganti labelnya.
Misalnya, lantai yang secara fisik berada setelah lantai 12 bisa diberi nama 12A, 12B, atau menggunakan sistem penamaan tertentu.
Dengan cara tersebut, pengelola tetap dapat menghindari angka 13 tanpa mengubah struktur gedung.
Ada Kepercayaan Serupa di Negara Lain
Menariknya, angka yang dianggap kurang beruntung tidak selalu sama di setiap budaya.
Di beberapa negara Asia Timur, misalnya, angka tertentu yang memiliki pelafalan mirip dengan kata yang bermakna negatif dapat dihindari.
Sebaliknya, angka tertentu justru dianggap membawa keberuntungan.
Hal ini menunjukkan bahwa angka tidak hanya memiliki nilai matematis, tetapi juga dapat memiliki makna budaya.
Jadi, Lantai 13 Sebenarnya Ada?
Jawabannya: bisa ada secara fisik, tetapi tidak selalu memiliki label "13".
Jika sebuah gedung memiliki lantai 12 kemudian langsung menunjukkan lantai 14, bukan berarti ada satu lantai yang hilang.
Lantai tersebut kemungkinan hanya diberi nomor berbeda.
Jadi, lain kali naik lift hotel dan melihat tombol 12 lalu 14, jangan langsung berpikir gedungnya salah menghitung.
Bisa jadi lantai 13 memang ada di atas kepala kamu, hanya saja pengelola memilih untuk tidak menyebutnya lantai 13.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!