Rayakan Hari Kartini, Rustini Muhaimin Ajak Kembali Perkuat Peran Keluarga di Era Digital

Rayakan Hari Kartini, Rustini Muhaimin Ajak Kembali Perkuat Peran Keluarga di Era Digital
- (Dok. Jawa Pos).

JAKARTA, GENVOICE.ID - Peringatan Hari Kartini dimanfaatkan sebagai momentum untuk menegaskan kembali pentingnya peran keluarga dalam membangun karakter bangsa. Hal ini disampaikan Rustini Muhaimin Iskandar saat menghadiri aksi sosial bertajuk "Return to Family" di kawasan Car Free Day (CFD) Jalan Darmo, Surabaya, Minggu (19/4).

Dalam kegiatan tersebut, Rustini menyoroti bahwa keluarga merupakan fondasi utama yang menentukan kekuatan suatu bangsa. Namun, ia menilai peran keluarga saat ini menghadapi tantangan besar, terutama akibat perkembangan teknologi digital yang berdampak pada pola komunikasi dalam rumah tangga.

Ia mengingatkan bahwa lemahnya interaksi antara orang tua dan anak berpotensi mengikis nilai-nilai dasar dalam keluarga. Oleh karena itu, melalui gerakan "Return to Family", masyarakat diajak untuk kembali memperkuat fungsi keluarga sebagai tempat utama pendidikan karakter.

Menurut Rustini, keluarga bukan sekadar unit sosial, melainkan ruang pertama bagi anak dalam mengenal nilai kehidupan. Ia menekankan pentingnya peran ibu sebagai pusat pendidikan awal, serta ayah sebagai figur penyeimbang yang memberikan ketegasan sekaligus kasih sayang.

Ia juga mengajak masyarakat untuk mengurangi ketergantungan pada perangkat digital yang dapat menciptakan jarak emosional dalam keluarga. Kehangatan, komunikasi, dan perhatian dinilai sebagai kunci utama dalam membentuk generasi yang kuat.

Selain itu, Rustini mendorong para pembuat kebijakan untuk menghadirkan regulasi yang berpihak pada ketahanan keluarga, termasuk perlindungan anak dan penguatan peran perempuan dalam pengasuhan.

Dalam kesempatan yang sama, Lilik Halim Iskandar menegaskan bahwa perempuan memiliki posisi strategis dalam membangun kualitas keluarga. Ia menyebut keberhasilan perempuan tidak hanya diukur dari karier, tetapi juga dari peran dalam mendidik anak.

Ia turut menekankan pentingnya keterlibatan ayah dalam proses pengasuhan. Kehadiran ayah dinilai mampu memberikan rasa aman sekaligus membentuk karakter anak secara lebih seimbang.

Kegiatan ini juga dihadiri sejumlah tokoh, di antaranya Nur Nadlifah, Hikmah Bafaqih, Arzeti Bilbina, serta Eva Monalisa bersama ratusan kader Perempuan Bangsa.

Aksi sosial tersebut mendapat sambutan hangat dari masyarakat yang tengah beraktivitas di CFD. Dalam rangkaian kegiatan, panitia juga membagikan bunga mawar kepada para ibu dan perempuan sebagai simbol apresiasi dan dukungan terhadap peran mereka dalam keluarga.

Gerakan "Return to Family" diharapkan dapat menjadi inisiatif berkelanjutan untuk mengingatkan kembali pentingnya keluarga sebagai fondasi utama dalam menjaga masa depan bangsa.

D
Daniel R
Penulis

0 Comments

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Kirim
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE