Tersisa Arsenal dan Liverpool, Dominasi Liga Inggris di UCL Mulai Luntur?

Tersisa Arsenal dan Liverpool, Dominasi Liga Inggris di UCL Mulai Luntur?
- (Dok. Chronicle Live).

JAKARTA, GENVOICE.ID - Dominasi klub-klub Premier League di Liga Champions musim 2025/2026 mulai dipertanyakan. Meski mengirimkan enam wakil ke babak 16 besar, hanya Arsenal dan Liverpool yang mampu bertahan hingga perempat final.

Situasi ini cukup kontras jika melihat performa di fase sebelumnya. Klub-klub Inggris sempat mendominasi dengan menempati lima dari delapan posisi teratas. Namun, ketika memasuki fase gugur, performa mereka justru menurun drastis.

Pada leg pertama babak 16 besar, tidak ada satu pun wakil Inggris yang mampu meraih kemenangan. Manchester City bahkan harus menelan kekalahan telak dari Real Madrid, sementara Chelsea dan Tottenham Hotspur tersingkir setelah kalah agregat dari Paris Saint-Germain dan Atletico Madrid.

Salah satu faktor utama yang disorot adalah kelelahan fisik. Intensitas tinggi di Premier League disebut membuat para pemain lebih cepat kehabisan energi dibandingkan tim dari liga lain. Data menunjukkan sebagian besar wakil Inggris termasuk dalam tim dengan jumlah pertandingan terbanyak di Eropa musim ini.

Pelatih Liverpool, Arne Slot, juga menyinggung absennya jeda musim dingin sebagai salah satu penyebab. Menurutnya, kondisi tersebut membuat pemain tidak memiliki cukup waktu untuk memulihkan kebugaran di tengah padatnya jadwal.

Selain faktor fisik, hasil undian juga dinilai kurang menguntungkan. Manchester City harus menghadapi Real Madrid di fase awal gugur, sementara Chelsea langsung bertemu PSG yang berstatus juara bertahan.

Dari sisi performa, lini pertahanan klub-klub Inggris juga menjadi sorotan. Empat tim yakni Manchester City, Chelsea, Newcastle, dan Tottenham secara total kebobolan hingga puluhan gol di fase ini, menunjukkan lemahnya koordinasi di lini belakang.

Mantan pemain Chelsea, Joe Cole, bahkan menyebut PSG sebagai standar tertinggi saat ini, sementara mantan klubnya dinilai masih tertinggal jauh setelah kalah telak secara agregat.

Meski hasil di lapangan kurang memuaskan, posisi Inggris di peringkat koefisien UEFA masih tergolong aman. Dengan poin yang tetap tinggi, peluang untuk mendapatkan jatah tambahan di Liga Champions musim depan tetap terbuka lebar.

Kini, harapan Inggris sepenuhnya berada di tangan Arsenal dan Liverpool. Kedua tim tersebut akan menghadapi persaingan ketat dari klub-klub elite Eropa seperti Bayern Munich, Barcelona, dan Real Madrid.

Dengan tekanan yang semakin besar di fase perempat final, Arsenal dan Liverpool menjadi penentu apakah reputasi Premier League sebagai liga terkuat di Eropa masih bisa dipertahankan musim ini.

D
Daniel R
Penulis

0 Comments

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Kirim
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE