FIA dan Pirelli Sepakat Terapkan Dua Kali Pergantian Ban di F1 GP Qatar 2025

FIA dan Pirelli Sepakat Terapkan Dua Kali Pergantian Ban di F1 GP Qatar 2025
FIA dan Pirelli terapkan aturan baru untuk GP Qatar 2025. - (Dok. Motorsport Images).

JAKARTA, Genvoice.id - FIA dan Pirelli resmi menerapkan aturan khusus untuk F1 GP Qatar 2025. Setiap set ban hanya boleh digunakan maksimal 25 lap, sehingga para pembalap wajib melakukan minimal dua pit stop selama balapan. Aturan ini dibuat setelah analisis Pirelli menunjukkan keausan ekstrem pada ban di Qatar akibat energi lateral tinggi, suhu lintasan, dan karakter kerb di Lusail.

Pirelli menjelaskan bahwa batas lap ini diberlakukan untuk alasan keselamatan. Pada gelaran sebelumnya, ban bagian depan kiri mengalami tekanan besar yang berpotensi memicu kerusakan struktural. FIA dan Pirelli kemudian menyusun aturan teknis khusus untuk memastikan risiko itu tidak terulang.

Detail Aturan

Batas 25 lap berlaku untuk seluruh sesi di akhir pekan balap: latihan bebas, kualifikasi, sprint, hingga balapan. Lap di bawah Safety Car atau Virtual Safety Car tetap dihitung dalam batas tersebut. Sementara itu, lap formasi dan lap setelah garis finis tidak diperhitungkan.

Sebelum balapan dimulai, Pirelli akan memberi laporan kepada setiap tim mengenai sisa umur lintasan tiap set ban yang sudah digunakan. Laporan tersebut menjadi acuan utama agar pembalap tidak melebihi batas yang diizinkan.

Dengan jarak balapan GP Qatar 2025 mencapai 57 lap, aturan ini memastikan semua pembalap harus masuk pit minimal dua kali. Karena tidak ada set ban yang bisa mencapai jarak balapan lebih dari 25 lap, strategi satu pit stop otomatis tidak mungkin dilakukan.

Pengaruh Terhadap Strategi Balapan

Pirelli membawa tiga kompon paling keras untuk GP Qatar: C1, C2, dan C3. Ketiganya dipilih karena Qatar dikenal memiliki tingkat degradasi tinggi, terutama pada tikungan-tikungan cepat Lusail yang memaksa ban bekerja ekstra keras.

Aturan baru ini diperkirakan membuat strategi lebih terbuka. Tim harus menyesuaikan penentuan stint, mencegah ban mencapai batas umur, serta menghitung dampak Safety Car yang bisa mengubah jalannya pit stop paksa. Situasi ini dapat menghadirkan variasi strategi yang jarang terjadi di beberapa balapan lain.

Regulasi Berbasis Keselamatan

FIA menilai aturan ini langkah penting untuk menjaga keselamatan mengingat Qatar dikenal sebagai salah satu sirkuit paling berat bagi ban. Selain itu, aturan ini akan menjadi bahan evaluasi apakah pembatasan stint bisa digunakan di seri lain pada masa mendatang.

Dengan diterapkannya batas 25 lap per set ban, GP Qatar 2025 akan menjadi salah satu balapan yang paling menuntut strategi. FIA dan Pirelli berharap aturan ini mencegah kegagalan ban sekaligus tetap memberi ruang persaingan yang menarik bagi tim dan penonton.

F
Fahri Ramadhan
Penulis

0 Comments

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Kirim
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE