Drama Baru! Pelatih Nigeria Tuding Kongo Gunakan Voodoo Setelah Gagal ke Piala Dunia 2026
JAKARTA, GENVOICE.ID - Eric Chelle berjalan meninggalkan lapangan Rabat dengan perasaan kacau.
Pelatih tim nasional Nigeria itu baru saja melihat peluang skuadnya menuju Piala Dunia 2026 menghilang setelah kalah 3-4 dari Republik Demokratik Kongo lewat adu penalti di final play-off Afrika. Namun bukan hanya hasil pertandingan yang membuatnya geram. Chelle menuduh lawannya memakai praktik voodoo selama pertandingan berlangsung.
"Seorang anggota tim Kongo melakukan voodoo, setiap waktu," kata Chelle, dikutip dari Daily Mail. Ia mengaku melihat salah satu staf RD Kongo melambaikan tangan seperti sedang menaburkan sesuatu ke lapangan. Ia bahkan menirukan gerakan itu saat memberi keterangan kepada media. "Saya tidak tahu apakah itu air atau sesuatu yang lain," ujarnya.
Laga berlangsung sengit sejak menit pertama. Nigeria dan RD Kongo bermain imbang 1-1 hingga perpanjangan waktu, sebelum segalanya diputuskan lewat drama penalti di tengah hujan deras. Empat tendangan berhasil diselamatkan kiper, satu lainnya melenceng. Ketegangan memuncak saat kapten RD Kongo Chancel Mbemba berjalan ke titik putih untuk mengambil penalti penentu. Sebuah botol sempat melayang ke arahnya, tetapi Mbemba tetap fokus dan memastikan RD Kongo melaju ke play-off antarkonfederasi yang akan berlangsung di Meksiko, Maret mendatang.
Bagi RD Kongo, kemenangan ini membuka peluang untuk kembali ke panggung dunia setelah absen lama sejak keikutsertaan pertama mereka pada tahun 1974 ketika negara itu masih bernama Zaire. Bagi Nigeria, hasil ini meninggalkan duka mendalam. Negara yang selama ini menjadi salah satu kekuatan utama sepak bola Afrika gagal tampil di Piala Dunia untuk kedua kalinya secara beruntun. Sejak debut pada 1994, mereka tidak pernah absen dua edisi berturut-turut.
Chelle, yang ditunjuk memimpin Super Eagles sejak Januari, menyebut laga di Maroko sudah ia perkirakan akan berlangsung berat. Namun tudingannya mengenai voodoo membuat kekalahan ini menjadi bahan perdebatan baru di antara para pendukung Nigeria yang masih sulit menerima kenyataan.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!