Waspada TPPO, Tiga Remaja Bekasi Nyaris Dijual ke Malaysia Lewat Media Sosial

Modus Penipuan TPPO Via Media Sosial yang Menyasar Anak di Bawah Umur

Waspada TPPO, Tiga Remaja Bekasi Nyaris Dijual ke Malaysia Lewat Media Sosial
Ilustrasi Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO). - (Dok. Unsplash.com).

JAKARTA, GENVOICE.ID - Gokil, tiga remaja putri di Bekasi nyaris jadi korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dengan modus penipuan lewat media sosial. Mereka diiming-imingi kerja di salon di Malaysia dengan gaji puluhan juta, padahal tujuannya untuk dijual!

Beruntung, aksi cepat Polres Metro Bekasi berhasil mengungkap kasus ini dan menyelamatkan para korban. Kejadian ini jadi pengingat penting bagi kita semua, terutama anak di bawah umur, untuk lebih waspada terhadap kenalan baru di dunia maya.

Kronologi Mengerikan: Janji Palsu Gaji Puluhan Juta

Ceritanya, kasus ini mulai terbongkar setelah orang tua dari ketiga remaja yang berinisial AS (16), Y (17), dan A (16) melapor ke Polres Metro Bekasi karena anak mereka hilang. Ternyata, para korban ini kenalan dengan seseorang berinisial A lewat media sosial.

Si A ini mengajak mereka kerja di salon di Malaysia dengan janji gaji yang tidak main-main, Rp20-30 juta!

"Apabila setuju dan tertarik, para korban harus ikut arahan dan langsung berangkat," kata Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi, AKBP Agta Bhuwana Putra.

Awalnya Ditampung, Ternyata Mau Dijual!

Karena sudah terlanjur termakan rayuan, ketiga remaja ini akhirnya nurut. Mereka naik travel dari Pasar Rebo ke Grobogan, Jawa Tengah. Sampai di sana, mereka dijemput dan dibawa ke rumah pasangan suami istri berinisial S dan K.

Nah, ternyata S dan K ini cuma kaki tangan dari orang lain berinisial J. Mereka disuruh "ngurusin" para korban dan dijanjikan uang Rp1 juta per orang.

Beruntungnya, sebelum mereka benar-benar dikirim ke Malaysia, polisi dengan cepat datang dan menyelamatkan mereka. Ketiganya langsung dibawa ke Mapolres Metro Bekasi pada Senin (15/9) malam. Di sana, mereka akhirnya bisa bertemu lagi dengan orang tua mereka.

Polisi Masih Usut Jaringan TPPO Anak di Bawah Umur

Meskipun sudah diselamatkan, kasus ini masih terus didalami polisi. Berdasarkan keterangan para korban, selama ditampung di Grobogan, mereka tidak mengalami pelecehan atau tindakan asusila. Tapi, itu tidak mengurangi keseriusan kasusnya. Polisi masih terus mengejar pelaku utama di balik kasus perdagangan orang ini.

Kejadian ini jadi pengingat buat kita semua, terutama untuk anak di bawah umur. Jangan gampang percaya dengan kenalan di media sosial yang menawarkan pekerjaan dengan iming-iming fantastis. Lebih baik cerita dulu dengan orang tua atau orang dewasa yang kamu percaya, agar kamu tidak sampai jadi korban TPPO.

S
Sarah Ramadhani
Penulis

0 Comments

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Kirim
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE