Harga Minyak Dunia Merosot, ESDM Sebut Pertamax dan BBM Nonsubsidi Berpeluang Turun
JAKARTA, GENVOICE.ID - Penurunan harga minyak dunia membuka peluang turunnya harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi di Indonesia, termasuk Pertamax dan produk BBM yang dijual perusahaan swasta. Pemerintah menyebut harga BBM nonsubsidi akan mengikuti pergerakan harga minyak mentah di pasar internasional sesuai mekanisme yang berlaku.
Harga minyak global tercatat mengalami pelemahan setelah Amerika Serikat dan Iran mencapai kesepakatan damai yang meredakan kekhawatiran pasar terhadap gangguan pasokan energi dunia. Kesepakatan tersebut juga diikuti rencana pembukaan kembali Selat Hormuz, salah satu jalur pelayaran terpenting untuk distribusi minyak dan gas internasional.
Kembalinya akses di jalur tersebut dinilai dapat meningkatkan kepastian pasokan energi global sehingga tekanan terhadap harga minyak mulai berkurang.
Pada perdagangan Selasa, harga minyak mentah Brent turun sebesar 5,1 persen atau US$4,21 menjadi US$78,96 per barel. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) dari Amerika Serikat melemah 5,8 persen atau US$4,70 ke level US$76,05 per barel.
Penurunan tersebut menjadi level penutupan terendah dalam sekitar tiga bulan terakhir. Sebelumnya, harga minyak sempat melonjak akibat ketegangan geopolitik yang melibatkan Amerika Serikat dan Iran.
Direktur Energy Futures Mizuho, Bob Yawger, menilai pasar merespons positif rencana pembukaan kembali Selat Hormuz. Menurutnya, para pelaku pasar meyakini jalur distribusi energi itu akan kembali beroperasi normal sehingga risiko gangguan pasokan berkurang.
Di Indonesia, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menegaskan bahwa tren penurunan harga minyak dunia dapat berdampak langsung terhadap harga BBM nonsubsidi.
Juru Bicara Kementerian ESDM Dwi Anggia menjelaskan bahwa mekanisme penentuan harga BBM nonsubsidi, baik yang dijual Pertamina maupun badan usaha swasta, mengacu pada harga keekonomian yang dipengaruhi harga minyak mentah global.
Karena itu, ketika harga minyak dunia turun, harga BBM nonsubsidi juga berpotensi mengalami penyesuaian ke bawah. Sebaliknya, jika harga minyak kembali naik, harga BBM nonsubsidi akan ikut menyesuaikan agar pasokan energi nasional tetap terjaga.
Menurut Anggia, kebijakan tersebut telah diatur dalam regulasi pemerintah yang menjadi acuan penetapan harga untuk jenis bahan bakar tertentu. Ia menegaskan bahwa perubahan harga tidak dilakukan secara sembarangan, melainkan mengikuti formula dan ketentuan yang berlaku.
Pernyataan tersebut memberi sinyal bahwa masyarakat berpeluang menikmati harga Pertamax dan BBM nonsubsidi lainnya yang lebih rendah apabila tren pelemahan harga minyak dunia terus berlanjut dalam beberapa waktu ke depan.
Meski demikian, pemerintah belum mengumumkan kapan penyesuaian harga akan dilakukan. Keputusan tersebut akan bergantung pada perkembangan harga minyak global serta perhitungan keekonomian yang menjadi dasar penetapan harga BBM di dalam negeri.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!