Gubernur Sherly Tjoanda Siapkan 100 Sapi Kurban dan Pasar Murah Jelang Idul Adha 2026 di Malut
Langkah Taktis Pemprov Malut Sambut Hari Raya Idul Adha 2026
JAKARTA, GENVOICE.ID - Menjelang Hari Raya Idul Adha 2026, Pemerintah Provinsi Maluku Utara membawa kabar bahagia bagi masyarakat.
Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda, resmi meluncurkan program Strategi Jaga Stabilitas Ekonomi Maluku Utara dengan menyalurkan bantuan 100 ekor sapi kurban dan menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) secara serentak.
Langkah taktis ini diambil sebagai upaya nyata Pemprov Malut untuk menjaga keterjangkauan harga bahan pokok sekaligus menekan angka inflasi daerah demi kesejahteraan warga di sepuluh kabupaten/kota.
Langkah Strategis Hadapi Iduladha dan Inflasi
Untuk menekan lonjakan harga menjelang hari besar keagamaan, Pemprov Maluku Utara berfokus pada empat program utama:
-
Penyaluran Hewan Kurban: Pemprov telah menganggarkan 100 ekor sapi kurban yang akan dibagikan secara merata ke seluruh kabupaten dan kota di Maluku Utara.
-
Gerakan Pangan Murah (GPM): Pasar murah akan digelar secara berkala di 10 kabupaten/kota untuk komoditas pokok seperti beras, cabai, bawang, dan tomat.
-
Ketahanan Pangan dan Pertanian: Lewat dukungan Kementerian Pertanian, Maluku Utara mendapat kuota cetak sawah baru seluas 10.000 hektare serta pemulihan 4.600 hektare sawah di Halmahera Timur dan Halmahera Utara.
-
Infrastruktur Logistik: Bulog akan membangun 6 gudang baru di wilayah Maluku Utara untuk memperkuat cadangan stok pangan daerah.
Upaya Memangkas Ketergantungan Pasokan Luar Daerah
Gubernur Sherly mengungkapkan bahwa tantangan terbesar daerahnya saat ini adalah tingginya ketergantungan pangan dari luar wilayah. Saat ini, 80% pasokan beras masih didatangkan dari luar daerah.
Maluku Utara juga belum memiliki produksi mandiri untuk telur dan ayam potong, sehingga harga telur di sana 50% lebih mahal dibanding Pulau Jawa dan Sulawesi.
Guna mengatasi persoalan ini, Pemprov sedang menjajaki kerja sama dengan investor untuk membuka lahan peternakan seluas 5 hingga 10 hektare. Targetnya, pada tahun 2026, Maluku Utara sudah bisa memproduksi telur sendiri.
Selain itu, Pemprov juga tengah mendesak Pemerintah Pusat untuk memenuhi kuota stok Minyak Kita agar bisa mencapai target 600.000 liter, dari yang saat ini baru tersedia 100.000 liter.
Apresiasi Keberhasilan Tekan Inflasi
Di sisi lain, Gubernur Sherly memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Bank Indonesia dan seluruh pihak terkait atas keberhasilan mengendalikan inflasi.
"Inflasi Maluku Utara yang sempat menyentuh angka 5% pada Maret lalu menjelang Ramadan, per Mei 2026 ini berhasil ditekan secara signifikan hingga ke angka 2,03% (y-on-y) dan 2,59% (y-on-t). Angka ini sudah berada di bawah rata-rata standar nasional," ungkap Sherly.
Meski inflasi terkendali, ia menegaskan bahwa penguatan produksi lokal tetap menjadi prioritas utama demi kemandirian pangan Maluku Utara ke depan.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!