Tol Fungsional Dan One Way Siap Beroperasi, Cek Strategi Pemerintah Urai Kemacetan Parah Arus Mudik Lebaran 2026
JAKARTA, GENVOICE.ID - Gelombang besar masyarakat yang ingin pulang ke kampung halaman pada momen Lebaran 2026 ini diprediksi bakal memecahkan rekor baru. Menghadapi situasi tersebut, pemerintah bergerak cepat dengan menyiapkan berbagai skenario mumpuni demi menjaga kelancaran lalu lintas di jalur-jalur utama.
Strategi yang diandalkan kali ini adalah pengoperasian sejumlah ruas tol fungsional serta penerapan sistem satu arah atau one way secara situasional di titik-titik yang rawan macet parah. Jasa Marga sebagai pengelola utama jaringan jalan bebas hambatan di Indonesia terus mematangkan kesiapan infrastruktur sepanjang ribuan kilometer yang menjadi jalur nadi mudik nasional.
Tidak hanya mengandalkan aspal yang mulus, teknologi canggih juga dikerahkan untuk memantau pergerakan jutaan kendaraan yang keluar dari area Jakarta dan sekitarnya. Dengan persiapan yang jauh lebih matang dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, diharapkan para pemudik bisa menempuh perjalanan dengan waktu yang lebih efisien tanpa harus terjebak antrean yang mengular selama berjam-jam di tengah cuaca yang terik.
Dalam sebuah konferensi pers yang digelar di Jakarta pada hari Rabu, Direktur Utama PT Jasa Marga Persero Tbk, Rivan Achmad Purwantono, memaparkan betapa masifnya pergerakan orang tahun ini. Pihaknya memproyeksikan bakal ada sekitar tiga setengah juta unit kendaraan yang bakal meninggalkan ibu kota untuk menuju berbagai daerah, terutama ke arah Timur melintasi jalur Trans Jawa.
"Kami memperkirakan tiga setengah juta kendaraan akan melintas keluar dari Jakarta," ujar Rivan dalam penjelasannya. Ia juga menambahkan bahwa pemantauan saat ini sudah menggunakan intelligent transportation system yang sangat akurat dalam memprediksi kepadatan di setiap waktu.
Berdasarkan analisis data terbaru, puncak arus mudik tahun ini terbagi dalam dua gelombang besar, yakni pada tanggal 14 Maret dan puncaknya hari ini, 18 Maret 2026. Angka lalu lintas harian diperkirakan menembus 256 ribu kendaraan, di mana angka semalam saja sudah menyentuh 221 ribu unit kendaraan. Untuk mengakali kepadatan yang luar biasa ini, pemerintah membuka beberapa jalur tol fungsional yang bisa diakses secara gratis oleh pemudik.
Salah satu yang paling krusial adalah Tol Fungsional Jakarta - Cikampek 2 Selatan sepanjang 50 kilometer dari Sadang hingga Setu, yang sangat membantu arus balik dari arah Bandung. Selain itu, buat para perantau yang menuju Jawa Tengah dan Yogyakarta, kini sudah tersedia Tol Fungsional Yogyakarta - Solo hingga wilayah Purwomartani di Kalasan.
Ruas tol fungsional lainnya yang juga siap digunakan adalah Yogyakarta - Bawen seksi 6 (Bawen - Ambarawa) sepanjang 5 kilometer, serta ruas Probolinggo - Besuki sepanjang 50 kilometer yang diklaim bakal memangkas waktu tempuh secara signifikan karena memotong jalur lama yang jauh lebih memutar.
Selain infrastruktur baru, sistem rekayasa lalu lintas seperti contraflow dan one way tetap jadi senjata utama. Rivan menceritakan bahwa kebijakan satu arah sudah mulai diterapkan dari KM 70 hingga KM 263 sejak kepadatan mencapai level tertentu. Hasilnya pun cukup memuaskan, di mana perjalanan dari Jakarta ke Semarang kini bisa ditempuh hanya dalam waktu 7 sampai 8 jam saja.
"Alhamdulillah kelancaran ini bisa dirasakan masyarakat yang berangkat dari (Jakarta) pukul 16:00 WIB sudah sampai pukul 00:00 WIB di Kalikangkung (KM 414 di Semarang). Jadi sudah mencapai 7 sampai 8 jam," kata Rivan menjelaskan efektivitas sistem tersebut.
Meskipun semua jalur sudah siap, Jasa Marga tetap meminta pengguna jalan untuk waspada karena kondisi aspal yang terus dipakai bisa saja mengalami kerusakan kecil di beberapa titik. Tim perbaikan dipastikan bakal selalu siaga di lapangan untuk memastikan perjalanan tetap aman.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!