Mourinho Balik Tuduh Vinicius Usai Drama Benfica vs Real Madrid di Liga Champions
JAKARTA, GENVOICE.ID - Laga playoff Liga Champions UEFA antara Benfica dan Real Madrid berubah panas usai tuduhan rasisme yang melibatkan Vinicius Junior. Alih-alih membela pemain, pelatih Benfica Jose Mourinho justru melontarkan pernyataan mengejutkan dengan menuding Vinicius sebagai pemicu kekacauan di lapangan.
Madrid menang tipis 1-0 dalam laga yang digelar di Lisbon. Gol semata wayang dicetak Vinicius lewat tembakan melengkung ke pojok atas gawang. Namun selebrasinya di depan suporter tuan rumah memicu reaksi keras dari tribun.
Situasi memanas ketika gelandang muda Benfica, Gianluca Prestianni, menghampiri Vinicius di tengah lapangan dan diduga melontarkan ucapan provokatif. Insiden itu memancing emosi Vinicius serta rekan setimnya, termasuk Kylian Mbappe. Pertandingan sempat dihentikan sekitar 10 menit setelah protokol anti-rasisme FIFA diaktifkan.
Vinicius terlihat berbicara dengan pelatih Madrid Alvaro Arbeloa di pinggir lapangan sebelum laga akhirnya dilanjutkan. Madrid mempertahankan keunggulan hingga peluit akhir dan membawa modal penting ke leg kedua.
Usai laga, Mourinho justru membela klubnya dan menolak tudingan rasisme. Ia menegaskan Benfica tidak memiliki sejarah diskriminatif dan menilai kontroversi kerap muncul setiap kali Vinicius bermain di stadion lawan.
Menurut Mourinho, pemain seharusnya merayakan gol dengan cara yang lebih menghormati situasi. Ia juga menyinggung sosok legenda Benfica, Eusebio, sebagai bukti bahwa klubnya tidak bisa dicap rasis. Mourinho mengaku mendengar versi berbeda dari kedua pihak, namun memilih tidak memihak secara terbuka.
Di sisi lain, sejumlah figur sepak bola membela Vinicius. Bek Inggris Trent Alexander-Arnold memuji mentalitas sang winger yang dinilai sudah terbiasa menghadapi atmosfer hostile. Ia juga menegaskan penyelidikan masih berlangsung sehingga semua pihak sebaiknya menunggu hasil resmi.
Arbeloa pun menekankan pentingnya sikap saling menghormati di lapangan, tanpa ingin memperpanjang polemik. Ia menilai insiden tersebut menjadi pengingat bahwa isu rasisme tetap menjadi persoalan serius di sepak bola modern.
Hingga kini, Vinicius belum mengeluarkan pernyataan resmi. Kontroversi ini pun membayangi kemenangan Madrid yang seharusnya menjadi sorotan utama, sekaligus menambah tensi jelang leg kedua dalam perebutan tiket ke babak 16 besar.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!