Mencekam! Serangan Geng di Haiti Tewaskan Lebih dari 50 Orang, Ada Mayat yang Dimakan Anjing

Krisis Kemanusiaan di Haiti: Korban Kekerasan Geng Melonjak Drastis

Mencekam! Serangan Geng di Haiti Tewaskan Lebih dari 50 Orang, Ada Mayat yang Dimakan Anjing
Mobil dibakar dalam serangan geng di Haiti. - (Dok. AP Photo).

JAKARTA, GENVOICE.ID - Situasi di Haiti makin mencekam! Lebih dari 50 orang tewas dalam serangkaian serangan geng yang terjadi di wilayah utara ibu kota, Port-au-Prince, pada 11 dan 12 September lalu. Insiden ini jadi bukti terbaru betapa mengerikannya krisis yang sedang melanda negara Karibia ini.

Menurut laporan dari Jaringan Pertahanan Hak Asasi Manusia Nasional (RNDDH), korban-korban masih terus ditemukan, bahkan ada mayat yang dibiarkan tergeletak dan dimakan anjing. Ini menunjukkan betapa parahnya situasi kemanusiaan di sana.

Geng Kuasai Ibu Kota, Pasukan Internasional Gagal Meredam

Haiti, yang dikenal sebagai negara termiskin di belahan bumi Barat, sedang menghadapi lonjakan kekerasan. Sebagian besar wilayahnya, termasuk ibu kota, kini berada di bawah kendali geng-geng bersenjata.

Situasi ini memburuk sejak awal 2024, di mana koalisi geng melancarkan serangan besar-besaran yang sampai membuat Perdana Menteri Ariel Henry mengundurkan diri.

Upaya untuk meredam kekerasan juga gagal. Pasukan multinasional yang dipimpin Kenya, yang seharusnya membantu polisi Haiti, tidak mampu menghentikan serangan.

Menurut RNDDH, koalisi geng bernama "Viv Ansanm", yang menguasai kota Cabaret, melakukan pembantaian kejam terhadap penduduk sipil di kota terdekat, Laboderie. Mereka membunuh lebih dari 50 orang dan membakar puluhan rumah. Beberapa warga yang selamat terpaksa melarikan diri dengan perahu ke laut untuk menghindari para penyerang.

PBB Beri Peringatan Keras, Kekerasan Menyebar Luas

Bulan lalu, Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres, sudah memperingatkan bahwa otoritas negara di Haiti sedang runtuh. Ia juga menyebut kekerasan tidak lagi terbatas di ibu kota, di mana geng-geng menguasai lebih dari 90% wilayah.

Melihat kondisi ini, Guterres mendesak negara-negara lain untuk mempercepat bantuan logistik, personel, dan pendanaan guna memperkuat misi keamanan di sana. Menurut Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia, lebih dari 3.141 orang telah tewas di Haiti sepanjang paruh pertama tahun ini.

Situasi di Haiti menjadi pengingat mengerikan tentang dampak dari kekerasan dan ketidakstabilan politik yang memakan korban jiwa warga sipil.

S
Sarah Ramadhani
Penulis

0 Comments

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Kirim
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE