Groww Siap IPO Senilai Miliaran Dolar AS di India, Jadi Sinyal Besar untuk Startup yang Pulang Kampung!

Groww Siap IPO Senilai Miliaran Dolar AS di India, Jadi Sinyal Besar untuk Startup yang Pulang Kampung!
- (Dok. Istimewa).

JAKARTA, GENVOICE.ID - Groww, perusahaan pialang ritel terbesar di India, bersiap menguji pasar modal domestik dengan penawaran umum perdana (IPO) senilai miliaran dolar AS. Langkah ini menjadi sangat signifikan karena hanya setahun setelah Groww memindahkan markas besarnya dari Delaware, Amerika Serikat, kembali ke India - menjadikannya kandidat startup India pertama yang melakukan IPO di tanah air setelah "pulang kampung" dari AS.

Didukung oleh CEO Microsoft Satya Nadella dan investor ternama seperti Peak XV Partners, Y Combinator, Ribbit Capital, dan Tiger Global, IPO Groww, yang direncanakan meluncur akhir tahun ini, juga akan menjadi momen besar bagi para investor global untuk melepas kepemilikan mereka. Keempat investor tersebut berencana menjual sekitar 394 juta saham, atau sekitar 9,4% dari total saham Groww, berdasarkan dokumen prospektus awal yang baru saja dirilis. Jumlah ini mencakup sekitar 69% dari total saham yang akan ditawarkan ke publik.

Langkah Groww mengikuti tren sejumlah startup India besar lainnya yang juga memindahkan kantor pusat mereka kembali ke dalam negeri. Beberapa di antaranya termasuk Pine Labs, Razorpay, Meesho, dan Zepto. PhonePe yang didukung Walmart juga telah kembali ke India dari Singapura pada 2022, sementara Flipkart, yang dulunya merupakan perusahaan induk PhonePe, menyusul dengan rencana serupa awal tahun ini.

Groww menjadi salah satu pionir dalam gelombang "re-domiciling" ini. Tahun lalu, perusahaan ini membayar sekitar 159 juta dolar AS dalam bentuk pajak untuk menyelesaikan relokasi dari AS ke India.

Relokasi ini memungkinkan startup untuk lebih selaras dengan peraturan domestik yang terus berkembang, serta membuka jalan bagi pencatatan saham di bursa lokal. Dengan meningkatnya jumlah investor ritel dan antusiasme pasar terhadap IPO, India kini semakin dipandang sebagai pasar modal yang matang dan menarik, bahkan melebihi daya tarik pasar luar negeri.

Sementara para investor global memilih melepas sebagian besar saham mereka di IPO ini, para pendiri Groww, yaitu Lalit Keshre, Harsh Jain, Neeraj Singh, dan Ishan Bansal, justru hanya menjual sekitar 4 juta saham, setara 0,7% dari total penawaran. Ini menunjukkan bahwa para pendiri memilih mempertahankan hampir seluruh kepemilikan mereka, bertolak belakang dengan investor lama yang memanfaatkan IPO sebagai jalur keluar.

Dalam IPO ini, Groww berencana menghimpun dana segar sebesar 10,6 miliar rupee (sekitar 121 juta dolar AS), ditambah penjualan sekunder sebanyak 574 juta saham milik pemegang saham lama, dengan nilai diperkirakan antara 5-6 miliar rupee (sekitar 568-682 juta dolar AS). Secara keseluruhan, penawaran ini diperkirakan akan memberi valuasi pada perusahaan berbasis di Bengaluru ini sebesar 9 miliar dolar AS.

Untuk kinerja keuangannya, Groww mencatat pendapatan sebesar 40,6 miliar rupee (sekitar 462 juta dolar AS) pada tahun fiskal yang berakhir 31 Maret, meningkat 45% dari tahun sebelumnya. Laba bersih tercatat sebesar 18,2 miliar rupee (sekitar 208 juta dolar AS). Sebagai perbandingan, tahun sebelumnya Groww mencatat rugi bersih sekitar 8 miliar rupee (sekitar 92 juta dolar AS), terutama akibat biaya relokasi dari Delaware.

Hingga Juni lalu, Groww memiliki sekitar 37,4 juta akun demat individu, mewakili hampir 19% pangsa pasar India, serta 12,6 juta klien aktif di National Stock Exchange, mencakup 26% pasar. Platform ini juga memiliki sekitar 17 juta rencana investasi sistematis (SIP) aktif dan 9 juta investor reksa dana unik. Groww kini menjadi satu-satunya aplikasi investasi di India yang telah melampaui 100 juta unduhan kumulatif.

IPO ini dikawal oleh sejumlah penasihat keuangan ternama, termasuk JPMorgan Chase, Kotak Mahindra Bank, Citigroup, Axis Bank, dan Motilal Oswal Investment Advisors.

M
M Ihsan
Penulis

0 Comments

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Kirim
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE