Demo Ojol di DPR Bakal Ricuh? 6.118 Aparat Gabungan Diterjunkan Amankan Aksi

Demo Ojol di DPR Bakal Ricuh? 6.118 Aparat Gabungan Diterjunkan Amankan Aksi
- (Dok. ANTARA).

JAKARTA, GENVOICE.ID - Gen, suasana Jakarta Pusat hari ini jadi sorotan setelah ribuan pengemudi ojek online (ojol) menggelar unjuk rasa besar-besaran di sekitar Gedung DPR/MPR RI dan kawasan Monas. Polisi pun bergerak cepat dengan menurunkan pasukan pengamanan super besar, total mencapai 6.118 personel gabungan dari TNI, Polri, dan Pemda DKI.

Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro menegaskan kalau pengamanan ini bukan untuk membatasi, melainkan memastikan aksi penyampaian aspirasi berjalan damai. "Silakan menyampaikan pendapat, tetapi tetap dalam koridor hukum dan ketertiban. Kami hadir untuk memastikan semuanya berjalan dengan aman dan kondusif," kata Susatyo.

Pihak kepolisian juga mengingatkan massa agar tidak melakukan aksi anarkis seperti membakar ban, menutup jalan, atau merusak fasilitas umum. Semua diarahkan untuk tertib agar pesan yang dibawa bisa lebih didengar tanpa menimbulkan masalah baru. Bahkan, Susatyo menekankan bahwa aparat tidak membawa senjata api dan akan bersikap humanis saat berhadapan dengan massa.

Dari sisi lalu lintas, polisi sudah menyiapkan rencana pengalihan jalur, meski sifatnya masih situasional. Warga Jakarta disarankan untuk menghindari kawasan DPR dan mencari rute alternatif supaya tidak terjebak macet. "Keselamatan dan kenyamanan bersama menjadi prioritas kami," ujar Susatyo menambahkan.

Sementara itu, Ketua Umum Asosiasi Pengemudi Ojol Garda Indonesia, Raden Igun Wicaksono, memastikan bahwa gedung Kementerian Perhubungan dan DPR/MPR RI menjadi titik utama aksi. Ribuan driver ojol membawa setidaknya tujuh tuntutan. Di antaranya, meminta agar RUU Transportasi Online dimasukkan ke Program Legislasi Nasional (Prolegnas) 2025-2026, menuntut audit soal potongan 5 persen dari aplikator, serta meminta regulasi jelas soal tarif antarbarang dan makanan. Tak ketinggalan, mereka juga mendesak Kapolri mengusut tuntas tragedi 28 Agustus 2025.

Gen, dengan jumlah massa yang begitu besar dan tuntutan yang cukup serius, aksi ini jelas jadi perhatian publik. Pertanyaannya, apakah pemerintah dan DPR bakal segera merespons tuntutan para ojol ini, atau justru berujung pada aksi-aksi lanjutan?

R
Reza Aditya
Penulis

0 Comments

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Kirim
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE