Fakta Menarik tentang Pisang, Ternyata Secara Botani Termasuk Buah Beri

Fakta Menarik tentang Pisang, Ternyata Secara Botani Termasuk Buah Beri
- (Dok. freepik).

JAKARTA, GENVOICE.ID - Pisang menjadi salah satu buah yang sangat mudah ditemukan dan sering dikonsumsi sehari-hari. Bentuknya khas, rasanya manis, dan biasanya dikategorikan sebagai buah. Namun, ada fakta menarik yang mungkin terdengar membingungkan: secara botani, pisang termasuk jenis buah beri.

Sebaliknya, beberapa buah yang sehari-hari disebut beri ternyata tidak memenuhi definisi beri secara botani. Perbedaan ini terjadi karena istilah "beri" dalam ilmu botani memiliki pengertian yang berbeda dengan penggunaan kata tersebut dalam kehidupan sehari-hari.

Apa Itu Buah Beri?

Dalam ilmu botani, buah beri memiliki karakteristik tertentu. Salah satunya adalah buah tersebut berkembang dari satu ovarium bunga dan umumnya memiliki bagian buah yang berdaging.

Definisi ini berbeda dengan pengertian sehari-hari. Banyak orang menganggap beri sebagai buah kecil seperti stroberi, blueberry, atau raspberry.

Padahal, jika menggunakan klasifikasi botani yang ketat, tidak semua buah tersebut termasuk beri sejati.

Kenapa Pisang Termasuk Beri?

Pisang memenuhi sejumlah karakteristik yang digunakan untuk menggolongkan buah sebagai beri dalam botani.

Buah pisang berkembang dari satu ovarium bunga dan memiliki bagian dalam yang berdaging. Pisang juga memiliki biji, meskipun pada varietas pisang yang umum dikonsumsi, bijinya sangat kecil dan tidak berkembang sempurna.

Karena karakteristik tersebut, pisang secara botani dapat digolongkan sebagai berry.

Lalu Bagaimana dengan Stroberi?

Ini bagian yang cukup mengejutkan.

Stroberi sebenarnya bukan berry sejati secara botani. Buah yang terlihat sebagai biji kecil di permukaan stroberi justru merupakan bagian yang disebut buah kecil atau achene.

Bagian merah berdaging yang kita makan bukanlah buah yang terbentuk dari satu ovarium seperti definisi beri sejati.

Karena itu, meskipun namanya mengandung kata "berry" dalam bahasa Inggris, stroberi tidak termasuk berry dalam pengertian botani.

Tomat Juga Termasuk Berry

Pisang bukan satu-satunya makanan yang tergolong berry secara botani.

Tomat juga termasuk berry. Begitu pula beberapa buah lainnya seperti anggur dan terong.

Hal tersebut mungkin terdengar aneh karena sebagian dari tanaman tersebut lebih sering dianggap sebagai sayuran dalam penggunaan sehari-hari.

Namun, klasifikasi botani didasarkan pada struktur dan proses perkembangan buah, bukan pada rasa atau bagaimana makanan tersebut digunakan dalam masakan.

Kenapa Pisang Tidak Punya Biji Besar?

Pisang liar sebenarnya memiliki biji yang cukup besar dan keras. Pisang yang biasa dijual untuk dikonsumsi manusia berasal dari varietas yang telah mengalami perubahan melalui proses domestikasi dan pemuliaan.

Akibatnya, banyak pisang budidaya memiliki biji yang sangat kecil dan tidak berkembang sempurna.

Inilah yang membuat kita bisa memakan pisang tanpa harus berhadapan dengan biji besar seperti pada beberapa jenis buah lainnya.

Pisang Berkembang dari Bunga

Seperti buah pada umumnya, pisang sebenarnya berasal dari bunga.

Tanaman pisang menghasilkan struktur bunga yang kemudian berkembang menjadi buah. Pada varietas tertentu, buah dapat berkembang tanpa proses pembuahan normal yang menghasilkan biji matang.

Proses inilah yang turut menghasilkan pisang dengan tekstur dan bentuk yang kita kenal sekarang.

Klasifikasi Buah Bisa Berbeda dengan Kebiasaan Sehari-hari

Fakta tentang pisang ini menunjukkan bahwa klasifikasi ilmiah tidak selalu sama dengan cara kita mengelompokkan makanan dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam percakapan sehari-hari, kita mungkin membedakan buah berdasarkan rasa, bentuk, ukuran, atau cara mengonsumsinya. Sementara itu, botani melihat struktur tanaman dan bagaimana buah tersebut berkembang.

Jadi, pisang yang selama ini kita anggap sebagai buah biasa ternyata termasuk berry menurut ilmu botani. Sementara stroberi yang namanya identik dengan kelompok beri justru tidak termasuk berry sejati.

Hal ini menjadi salah satu contoh menarik bahwa dunia tumbuhan memiliki klasifikasi yang jauh lebih kompleks daripada yang terlihat dari bentuk dan nama sehari-harinya.

R
Reza Aditya
Penulis

0 Comments

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Kirim
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE