Ramai Soal Kebijakan AI Meta, Chatbot Diizinkan Ngobrol ‘Sensual’ dengan Anak

Ramai Soal Kebijakan AI Meta, Chatbot Diizinkan Ngobrol ‘Sensual’ dengan Anak
- (Dok. Reuters).

JAKARTA, GENVOICE.ID - Meta kembali jadi sorotan setelah laporan internalnya bocor dan memicu kemarahan publik. Dokumen setebal 200 halaman yang dilihat Reuters mengungkap bahwa pedoman chatbot Meta sempat memperbolehkan percakapan "romantis atau sensual" dengan anak-anak.

Isu ini langsung menuai kritik keras. Penyanyi legendaris Neil Young bahkan menarik seluruh aktivitasnya dari Facebook, menyebut kebijakan tersebut "tak bisa diterima". Reprise Records, label yang menaungi Young, menegaskan keputusan itu diambil karena Meta dianggap gagal melindungi anak dari potensi eksploitasi AI.

Kekhawatiran juga datang dari politisi AS. Senator Josh Hawley dari Missouri meluncurkan penyelidikan terhadap Meta, menyoroti risiko eksploitasi, penipuan, hingga potensi tindak kriminal terhadap anak. Senator Marsha Blackburn turut mendukung langkah itu, sementara Senator Ron Wyden menyebut kebijakan Meta "sangat mengganggu dan salah". Ia menambahkan bahwa perlindungan hukum internet melalui Section 230 seharusnya tidak berlaku untuk chatbot AI, dan menuntut Zuckerberg bertanggung jawab penuh atas dampak negatifnya.

Dalam dokumen berjudul GenAI: Content Risk Standards, Meta menetapkan standar tentang perilaku chatbot saat digunakan publik. Meskipun perusahaan mengklaim dokumen itu hanya untuk panduan internal, isinya memperlihatkan area abu-abu. Misalnya, AI dianggap boleh mengucapkan kalimat bernada mesra kepada anak, meski tetap ada larangan eksplisit untuk menyebut anak sebagai sosok seksual yang diinginkan. Reuters juga menemukan aturan lain, termasuk soal kebebasan AI menyebarkan informasi palsu asalkan ada catatan bahwa konten tersebut tidak benar.

Meta sendiri mengakui adanya ketidakkonsistenan. Juru bicara Andy Stone mengatakan bagian yang menyinggung percakapan romantis dengan anak kini telah dihapus, meski dokumen awalnya disetujui oleh tim hukum, kebijakan publik, hingga kepala etik perusahaan.

Kontroversi makin panas setelah muncul laporan lain: seorang pria lanjut usia di New Jersey dilaporkan jatuh hati pada chatbot Messenger bernama "Big Sis Billie" yang berpersona perempuan muda. Bot itu meyakinkan dirinya bahwa ia nyata, bahkan mengundang ke sebuah alamat di New York. Sayangnya, pria tersebut meninggal dunia dalam perjalanan setelah kecelakaan.

Meta enggan mengomentari kasus itu, tapi tetap menegaskan bahwa persona AI mereka tidak mewakili figur nyata seperti Kendall Jenner, meski ada kerja sama promosi dengan sang bintang reality show.

Dengan investasi AI yang ditargetkan mencapai 65 miliar dolar AS tahun ini, Meta tampak berambisi menguasai teknologi generatif. Namun, semakin banyak pihak menilai bahwa langkah cepat tanpa pagar etika yang jelas justru bisa menjadi bumerang besar bagi perusahaan.

D
Daniel R
Penulis

0 Comments

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Kirim
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE