Beli Mobil Tapi Tenaganya Dikunci? VW ID.3 Cuma Tampilkan Performa Penuh Kalau Bayar Lagi!

Beli Mobil Tapi Tenaganya Dikunci? VW ID.3 Cuma Tampilkan Performa Penuh Kalau Bayar Lagi!
- (Dok. Antara).

JAKARTA, GENVOICE.ID - Skandal baru mengguncang dunia otomotif! Model entry-level besutan Volkswagen, VW ID.3 Pure, ternyata tidak memberikan seluruh tenaga yang dijanjikan kecuali pemiliknya mau membayar biaya tambahan. Dilansir dari Carscoops, mobil ini diiklankan memiliki tenaga 168 hp (170 kW), namun hanya memberikan 148 hp (110 kW) jika pengguna tidak membayar paket langganan performa.

Dengan kata lain, Volkswagen "mengunci" 20 hp tenaga tambahan yang sebenarnya sudah ada di dalam mobil, lalu menawarkannya kembali melalui sistem langganan berbayar. Biaya langganan ini sebesar:

Langganan ini juga memberi tambahan 33 lb-ft torsi, menjanjikan pengalaman berkendara yang lebih responsif dan sporty. Menariknya, tenaga tambahan ini tidak memengaruhi jarak tempuh baterai maupun premi asuransi, karena ID.3 sudah didaftarkan dari pabrik dengan tenaga 168 hp, meskipun pengguna hanya dapat menikmati 148 hp secara default.

Volkswagen membela diri dengan menyebut pendekatan ini sebagai adaptasi dari strategi lama, di mana mobil dengan mesin yang sama dijual dalam varian tenaga berbeda berdasarkan harga. Menurut VW, sekarang konsumen punya pilihan fleksibel untuk "meningkatkan performa" tanpa harus membayar mahal di awal.

"Jika konsumen ingin pengalaman berkendara yang lebih sporty, mereka kini punya pilihan tanpa harus membayar harga awal yang lebih tinggi," kata VW dalam pernyataan resmi.

Namun tetap saja, banyak pengamat menilai langkah ini sebagai bentuk "pajak tersembunyi" atas fitur yang sebenarnya sudah ada di mobil.

VW juga bukan satu-satunya produsen yang menggunakan sistem ini. BMW, Mercedes, Tesla, hingga Ford dan Polestar telah lebih dulu menjual fitur atau performa mobil melalui sistem langganan digital. Beberapa contohnya:

  • Ford: Tambahan torsi 100 lb-ft seharga $995 (Rp16,1 juta)

  • Polestar: Tambahan 68 hp seharga $1.195 (Rp19,3 juta)

  • Mercedes-Benz: Tambahan 60-110 hp seharga $1.200 (Rp19,4 juta)

Fenomena ini menuai kritik karena dianggap merugikan konsumen, terutama karena fitur yang seharusnya aktif sejak awal justru dijadikan "opsi berbayar."

M
M Ihsan
Penulis

0 Comments

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Kirim
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE