Ahmad Sahroni Ngamuk! Minta Kejagung Jangan Lembek Hadapi Koruptor Minyak
JAKARTA, GENVOICE.ID - Skandal besar yang melibatkan duit negara sampai ratusan triliun lagi-lagi bikin geger! Kali ini, kasus megakorupsi minyak mentah dan produk kilang perusahaan BUMN senilai Rp 285 triliun masuk babak baru. Nama besar pengusaha kontroversial, M Riza Chalid alias MRC, ikut terseret dan bahkan sudah resmi jadi tersangka oleh Kejaksaan Agung (Kejagung).
Tapi ternyata, muncul kekhawatiran di kalangan publik soal keberanian aparat hukum menghadapi sosok seperti Riza. Pasalnya, Riza dikenal punya banyak koneksi dan pernah jadi sorotan publik dalam kasus besar sebelumnya. Melihat kondisi ini, Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni angkat suara.
"Saya minta Kejagung tetap bertindak tegas dan tidak memberikan perlakuan khusus kepada siapa pun, termasuk MRC," tegas Sahroni dalam keterangan tertulisnya, Senin (14/7/2025).
Sahroni menekankan bahwa Kejagung harus berani, apalagi lembaga ini menjadi representasi penegakan hukum di Indonesia. Dia mengingatkan agar tidak ada perlakuan istimewa bagi siapapun, tak peduli seberapa besar pengaruh atau kekuasaan yang dimiliki.
"Kejagung ini representasi penegakkan hukum negara, tidak boleh gentar kepada siapa pun," lanjut legislator dari Fraksi Partai NasDem tersebut.
Sebelumnya, Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) menyatakan bahwa Riza Chalid masuk dalam daftar 18 tersangka terkait korupsi minyak mentah dan produk kilang milik BUMN, yang terjadi selama periode 2018 hingga 2023. Negara disebut mengalami kerugian hingga mencapai Rp 285 triliun. Ngeri banget, Gen!
Riza bahkan terancam masuk daftar buronan nasional jika tidak kooperatif selama proses hukum berlangsung. Ini jadi alarm besar agar proses hukum ditegakkan tanpa pandang bulu, termasuk untuk para "sultan" yang biasa bermain di belakang layar.
Intinya, semua mata kini tertuju pada Kejagung. Apakah mereka bakal tegas dan konsisten menegakkan keadilan, atau malah melempem menghadapi tekanan?
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!