JAKARTA, GENVOICE.ID - Mudik Lebaran 2026 sudah di depan mata, namun para pemudik diingatkan untuk tidak asal berangkat tanpa memastikan kondisi kendaraan benar-benar siap.
Keselamatan di perjalanan, terutama saat menempuh jarak jauh, sangat bergantung pada kesiapan kendaraan sebelum digunakan.
Dosen Teknik Mesin Universitas Muhammadiyah Malang, Iis Siti Aisyah, menegaskan bahwa salah satu komponen paling penting yang harus diperiksa adalah sistem rem. Menurutnya, rem memiliki peran vital dalam mencegah kecelakaan, terutama saat perjalanan panjang dengan kondisi lalu lintas padat.
Ia mengingatkan pengemudi untuk memastikan cairan rem masih dalam kondisi baik serta kampas rem tidak aus. Perawatan rutin sangat diperlukan agar rem tidak mengalami kegagalan saat digunakan.
"Keamanan perjalanan harus menjadi prioritas utama. Untuk mencegah rem blong, lakukan perawatan rutin sistem rem. Periksa cairan rem dan pastikan kampas rem masih dalam kondisi baik," ujarnya, Selasa (17/3/2026).
Selain kondisi rem, cara mengemudi juga berpengaruh pada keselamatan. Pengendara diminta menghindari pengereman mendadak atau terlalu sering menginjak rem dalam jarak pendek karena dapat menyebabkan suhu rem meningkat dan menurunkan kinerjanya. Beban kendaraan juga tidak boleh berlebihan karena dapat mengurangi daya pengereman.
Iis juga menyoroti pentingnya memeriksa kondisi ban sebelum berangkat mudik. Ban harus memiliki tekanan udara yang sesuai dan alur yang masih tebal. Ban yang sudah aus berisiko pecah di tengah perjalanan, terutama saat digunakan dalam waktu lama.
Pemeriksaan mesin juga tidak boleh diabaikan. Oli mesin dan cairan radiator harus diganti sesuai jadwal, umumnya setiap 5.000 hingga 10.000 kilometer atau sekitar enam bulan sekali. Oli yang sudah kotor bisa merusak komponen mesin, sedangkan radiator yang kurang cairan dapat membuat mesin overheat saat perjalanan jauh.
Selain itu, sistem kelistrikan kendaraan harus dipastikan berfungsi normal. Lampu depan, lampu rem, dan lampu sein wajib dalam kondisi baik karena sangat penting untuk keselamatan, terutama saat berkendara malam hari atau saat hujan.
Menariknya, Iis menekankan bahwa pengetahuan dasar kendaraan tidak hanya perlu dimiliki laki-laki. Perempuan juga sebaiknya memahami perawatan kendaraan agar lebih mandiri dan bisa ikut memastikan kesiapan kendaraan sebelum mudik.
"Pengetahuan dasar kendaraan penting dimiliki semua orang, tidak terbatas pada laki-laki saja. Perempuan juga perlu memahami perawatan kendaraan agar lebih mandiri dan bisa mengingatkan keluarga untuk memastikan kendaraan aman sebelum mudik," jelasnya.
Selain faktor teknis, kenyamanan juga perlu diperhatikan. AC kendaraan harus berfungsi dengan baik agar perjalanan tetap nyaman, terutama saat cuaca panas. Suara AC yang tidak normal juga perlu dicek untuk menghindari kerusakan pada kompresor atau fan blower.
Sebagai langkah antisipasi, pemudik juga disarankan membawa perlengkapan darurat seperti kotak P3K, ban cadangan, dongkrak, kabel jumper, segitiga pengaman, hingga alat pemadam api ringan. Dokumen kendaraan seperti SIM dan STNK juga harus dipastikan masih aktif.
Menurut Iis, persiapan kendaraan yang matang tidak hanya menjaga performa mobil tetap prima, tetapi juga melindungi keselamatan seluruh penumpang selama perjalanan.
Dengan pemeriksaan menyeluruh dan kebiasaan berkendara yang aman, perjalanan mudik diharapkan bisa berlangsung lebih lancar sehingga momen berkumpul bersama keluarga di kampung halaman dapat dinikmati dengan tenang.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!