Inggris Mau Bikin Layanan Taksi Udara Listrik, Tertarik Coba?

Inggris Mau Bikin Layanan Taksi Udara Listrik, Tertarik Coba?
- (Dok. Joby Aviation).

JAKARTA, GENVOICE.ID - Startup Joby Aviation resmi bermitra dengan Virgin Atlantic untuk meluncurkan layanan taksi udara listrik di Inggris. Langkah ini menjadikan Inggris sebagai negara ketujuh yang masuk dalam rencana ekspansi global Joby, yang ingin merevolusi transportasi perkotaan dengan pesawat eVTOL (electric vertical takeoff and landing).

Meski belum mengumumkan jadwal pasti peluncurannya di Inggris, Joby memastikan kerja sama ini baru akan berjalan setelah mereka meluncurkan layanan di UEA dan AS.

Dilansir dari TechCrunch, Joby berencana memulai uji coba pasar di Dubai pada akhir 2024 atau awal 2025, setelah mengirimkan pesawat eVTOL pertamanya ke negara tersebut. Sementara di Amerika Serikat, perusahaan ini sebelumnya menargetkan peluncuran komersial di New York atau Los Angeles pada 2025. Namun, jadwal itu berpotensi mundur karena proses sertifikasi dari Federal Aviation Administration (FAA) yang masih berlangsung.

Di Inggris, Joby juga harus mendapatkan sertifikasi sendiri sebelum bisa beroperasi. Perusahaan ini sudah mengajukan validasi ke Otoritas Penerbangan Sipil Inggris (CAA) sejak Juli 2022, tetapi hingga kini masih menunggu keputusan.

Kolaborasi antara Joby dan Virgin Atlantic ini sebetulnya sudah tercium sejak tujuh bulan lalu, ketika laporan TechCrunch mengindikasikan kedua perusahaan tengah menyiapkan kerja sama. Kini, kesepakatan itu telah resmi: Joby akan menjadi mitra eksklusif Virgin dalam distribusi taksi udara di Inggris.

Joby sendiri sebelumnya telah memiliki kemitraan eksklusif dengan Delta Airlines di AS dan Inggris. Namun, karena Delta memiliki sekitar 50% saham Virgin Atlantic, maka kesepakatan dengan Virgin masih berada dalam cakupan kerja sama dengan Delta.

Di AS, kerja sama dengan Delta memungkinkan pelanggan menggunakan layanan taksi udara premium yang langsung menghubungkan mereka dari vertiport (tempat lepas landas dan pengisian daya eVTOL) ke bandara utama. Model yang sama akan diterapkan di Inggris, dimulai dari London Heathrow dan Manchester Airport.

Ke depan, pelanggan Virgin akan dapat memesan kursi di pesawat eVTOL Joby melalui aplikasi dan situs Virgin Atlantic.

Strategi bermitra dengan maskapai besar memang menjadi langkah utama perusahaan eVTOL untuk mempercepat adopsi teknologi ini. Archer Aviation, pesaing utama Joby, telah bekerja sama dengan United Airlines dan Southwest untuk model bisnis serupa.

Banyak kemitraan ini juga disertai dengan investasi besar. Delta, misalnya, telah menggelontorkan 60 juta dolar AS untuk Joby, dengan opsi menambah hingga 200 juta dolar AS jika target perusahaan tercapai. Namun, dalam kerja sama dengan Virgin, tidak ada investasi langsung dari pihak maskapai, menurut perwakilan Joby.

Sebagai gantinya, Virgin Atlantic akan mendukung pemasaran layanan Joby, bekerja dengan regulator, serta membantu pengembangan infrastruktur landing di bandara utama Inggris.

Pesawat eVTOL Joby dirancang untuk mengangkut satu pilot, empat penumpang, dan sejumlah bagasi, dengan kecepatan hingga 200 mil per jam. Sebagai gambaran, perjalanan dari Leeds ke Manchester yang biasanya memakan waktu lebih dari satu jam, bisa dipersingkat menjadi hanya 15 menit dengan taksi udara ini.

Meski masih jauh dari tahap deploy dalam skala besar, Joby telah menegaskan ambisinya untuk membawa layanan taksi udara ini ke berbagai belahan dunia, termasuk AS, Inggris, UEA, Korea Selatan, Jepang, India, dan Australia.

Dengan dukungan maskapai besar seperti Virgin Atlantic dan Delta, serta ekspansi yang agresif, Joby Aviation berpeluang menjadi pionir dalam revolusi transportasi udara perkotaan di masa depan.

M
M Ihsan
Penulis

0 Comments

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Kirim
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE