Tumpukan Sampah Ditutup Terpal di Ciputat Viral, Wali Kota Tangsel Minta Maaf
JAKARTA, Genvoice.id - Sebuah video yang memperlihatkan tumpukan sampah ditutup terpal di kawasan Ciputat, Tangerang Selatan, viral di media sosial dan menuai beragam reaksi dari masyarakat. Dalam video tersebut, sampah tampak menggunung di area terbuka dan hanya ditutup terpal, memunculkan kekhawatiran soal kebersihan lingkungan, bau tak sedap, serta potensi gangguan kesehatan warga sekitar.
Menanggapi viralnya video tersebut, Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat. Ia mengakui kondisi tersebut tidak ideal dan menyatakan pemerintah daerah bertanggung jawab atas persoalan pengelolaan sampah yang terjadi di lapangan.
"Atas nama Pemerintah Kota Tangerang Selatan, saya menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat. Kondisi itu tidak seharusnya terjadi dan menjadi perhatian serius kami," ujar Benyamin dalam keterangan resminya.
Benyamin menjelaskan bahwa tumpukan sampah yang ditutup terpal tersebut bersifat sementara, sebagai langkah darurat akibat keterbatasan pengangkutan dan meningkatnya volume sampah dalam beberapa waktu terakhir. Menurutnya, kondisi tersebut dipicu oleh kendala teknis di tempat pemrosesan akhir serta tingginya produksi sampah rumah tangga.
Pemerintah Kota Tangerang Selatan mengklaim telah mengambil langkah cepat setelah video tersebut menyebar luas. Dinas Lingkungan Hidup disebut langsung menurunkan petugas untuk melakukan pengangkutan sampah dan memastikan area tersebut kembali bersih.
"Kami sudah instruksikan dinas terkait untuk segera menindaklanjuti. Sampah sudah mulai diangkut dan area akan dibersihkan secara menyeluruh," kata Benyamin.
Meski demikian, sejumlah warga menilai penutupan sampah dengan terpal bukan solusi jangka panjang. Warga Ciputat mengeluhkan bau menyengat yang muncul, terutama saat cuaca panas, serta khawatir munculnya penyakit akibat lingkungan yang tidak higienis.
Wali Kota Tangsel menegaskan pemerintah daerah tengah menyiapkan langkah jangka menengah dan panjang. Beberapa di antaranya adalah peningkatan frekuensi pengangkutan, optimalisasi fasilitas pengolahan sampah, serta penguatan program pengurangan sampah dari sumbernya.
"Kami mendorong pemilahan sampah dari rumah tangga dan penguatan bank sampah. Ini tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah, perlu peran aktif masyarakat," ujarnya.
Benyamin juga memastikan evaluasi internal akan dilakukan agar kejadian serupa tidak terulang. Ia meminta jajaran terkait lebih responsif terhadap keluhan warga dan lebih terbuka dalam menyampaikan kondisi pengelolaan sampah kepada publik.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!