Hangtuah Jakarta Ganti Kepemilikan, Harryadin Mahardika Resmi Jadi Pemilik dan Presiden Klub

Hangtuah Jakarta Ganti Kepemilikan, Harryadin Mahardika Resmi Jadi Pemilik dan Presiden Klub
Presiden dan Pemilik klub Hangtuah Jakarta, Harryadin Mahardika - (Dok. Hangtuah Jakara).

JAKARTA, Genvoice.id - Klub bola basket Hangtuah Jakarta resmi memulai babak baru setelah mengumumkan perubahan kepemilikan dan manajemen. Kini, posisi pemilik sekaligus presiden klub dipegang oleh Harryadin Mahardika, sosok pengusaha sekaligus figur yang dikenal aktif di industri kebugaran dan sportainment.

Keputusan ini diumumkan melalui pernyataan resmi klub serta dikonfirmasi oleh Indonesian Basketball League (IBL). Pergantian kepemilikan tersebut menandai arah baru bagi Hangtuah Jakarta, yang ingin memperkuat pondasi organisasi dan meningkatkan daya saing di kompetisi basket nasional.

Harryadin Mahardika bukan nama baru dalam dunia bisnis dan olahraga. Ia dikenal sebagai pendiri sekaligus penggerak sejumlah usaha di bidang fitness, wellness, dan sport industry. Selain mengelola pusat kebugaran dan fasilitas olahraga modern, Harryadin juga terlibat dalam pembinaan atlet muda lewat akademi olahraga lintas cabang.

Langkahnya mengambil alih Hangtuah disebut sebagai bagian dari visinya untuk menggabungkan manajemen olahraga dengan pendekatan bisnis profesional.

"Basket adalah olahraga dengan potensi besar di Indonesia. Saya ingin menjadikan Hangtuah bukan hanya tim kompetitif di liga, tapi juga rumah bagi pengembangan talenta muda dan inovasi dalam industri olahraga," ujar Harryadin dalam keterangan resmi pihak Hangtuah.

Perubahan ini juga membawa susunan manajemen baru yang lebih segar. Dalam struktur anyar tersebut, Kurniawan Santoso dipercaya sebagai Managing Director, Danzel Hartono sebagai Direktur Operasional, Adhillah Shofi memegang peran Direktur Komersial, dan Naya Tirambintang menjabat sebagai Direktur Keuangan. Sementara itu, posisi komisaris diisi oleh Jalu W. Wirajati dan Ardi Darmawan Moeljoto.

Manajemen baru berkomitmen untuk meneruskan pondasi kuat yang telah dibangun sebelumnya, sambil membawa pendekatan yang lebih modern dan profesional.

Fokus utamanya adalah memperkuat pembinaan pemain muda, memperluas basis pendukung, serta menjalin kolaborasi strategis dengan mitra industri olahraga dan korporasi.

F
Fahri Ramadhan
Penulis

0 Comments

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Kirim
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE