Deretan Tim Kepelatihan asal Belanda Dicopot, Alexander Zwiers dan Simon Tahamata Tetap Bertahan di Timnas
JAKARTA, Genvoice.id - Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) resmi memutus kerja sama dengan mayoritas staf kepelatihan asal Belanda yang selama ini menangani berbagai level tim nasional. Keputusan itu diambil usai evaluasi menyeluruh terhadap performa timnas yang dinilai belum memenuhi target, terutama setelah kegagalan di Kualifikasi Piala Dunia 2026.
Dalam pernyataannya, PSSI menyebut keputusan ini menjadi bagian dari restrukturisasi besar di tubuh tim nasional. Nama-nama seperti Patrick Kluivert yang menjabat sebagai pelatih kepala, Denny Landzaat selaku asisten pelatih, Alex Pastoor, serta pelatih tim U-23 Gerald Vanenburg dan pelatih tim U-20 Frank van Kempen, semuanya resmi dilepas. Termasuk pula beberapa staf teknis seperti pelatih fisik, pelatih kiper, analis video, dan tim medis yang ikut diberhentikan.
Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari penataan ulang sistem kepelatihan agar lebih sesuai dengan arah pembinaan sepak bola Indonesia ke depan. PSSI menegaskan, evaluasi tidak hanya didasarkan pada hasil di lapangan, tetapi juga pada efektivitas metode latihan dan adaptasi terhadap kultur sepak bola nasional.
Meski begitu, tidak semua staf asing tersingkir dari jajaran federasi. Dua sosok asal Belanda tetap dipercaya bertahan, yakni Alexander Zwiers dan Simon Tahamata. Keduanya dinilai masih memiliki peran strategis dalam pembinaan jangka panjang.
Zwiers yang menjabat sebagai Direktur Teknik PSSI, disebut masih menjadi figur penting dalam pengembangan struktur teknis dan filosofi permainan timnas Indonesia. Ia berfokus pada penyusunan kurikulum pelatihan, pemetaan pemain, dan penguatan sistem pembinaan dari usia muda. Dalam beberapa kesempatan, Ketua Umum PSSI Erick Thohir menilai kinerja Zwiers cukup efektif dalam membantu federasi menata arah pengembangan sepak bola nasional secara sistematis.
Sementara itu, Simon Tahamata, legenda sepak bola Belanda berdarah Maluku, tetap menjabat sebagai Kepala Pemandu Bakat (Head of Scouting). Tugasnya mencakup identifikasi pemain potensial, baik di dalam negeri maupun pemain diaspora yang bermain di luar negeri. PSSI menilai Tahamata memiliki jaringan dan pengetahuan luas tentang pemain keturunan Indonesia di Eropa, yang dapat menjadi aset penting bagi tim nasional di masa depan.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!