Perjalanan Karier Brandon Scheunemann, Bek Garuda Muda yang Lebih Fasih Jawa daripada Jerman
JAKARTA, GENVOICE.ID - Brandon Scheunemann tengah mencuri perhatian publik sepak bola Indonesia lewat penampilannya bersama Timnas U-23 di ajang Piala AFF U-23 2025. Pemain kelahiran Malang ini bukan hanya dikenal karena darah Jermannya, tetapi juga karena kemampuannya bermain di dua posisi sekaligus-bek tengah dan gelandang bertahan-serta fasih berbahasa Jawa, sebuah hal yang tidak biasa bagi pemain berdarah campuran.
Lahir pada 9 Maret 2005, Brandon membawa darah sepak bola dari ayahnya, Timo Scheunemann, yang dikenal sebagai mantan penyerang sekaligus pelatih. Namun, Brandon memilih jalur berbeda. Ia tidak bermain sebagai striker, melainkan justru sebagai palang pintu pertahanan.
Mengutip dari RRI, Rabu (16/7), kariernya dimulai dari level akar rumput bersama SSB Putra Gemilang, kemudian berlanjut ke Ricky Nelson Academy. Bakatnya mulai diperhitungkan saat bergabung dengan PSIS Semarang U-20 pada 2021. Debut profesionalnya terjadi saat masih berusia 17 tahun di Liga 1 bersama PSIS. Ia kemudian sempat dipinjamkan ke Persipura Jayapura untuk menambah jam terbang di Liga 2 pada musim 2023/2024.
Tahun 2025 menjadi titik penting dalam perjalanan kariernya. Arema FC merekrut Brandon untuk memperkuat barisan belakang sekaligus menjadi bagian dari regenerasi tim. Dengan postur 187 cm dan karakter bermain yang disiplin, ia diharapkan menjadi bek masa depan Indonesia.
Brandon pernah dipanggil ke Timnas U-20 oleh pelatih Shin Tae-yong pada 2023, meski belum sempat tampil di turnamen resmi. Kini, pelatih Timnas U-23, Gerald Vanenburg, memberinya kepercayaan penuh untuk tampil di Piala AFF. Mengenakan nomor punggung 18, Brandon tampil solid dan siap menjawab ekspektasi publik.
Uniknya, meski berdarah Jerman, Brandon lebih lancar berbicara dalam bahasa Indonesia dan Jawa. Ia tumbuh besar di Malang, berbaur dengan lingkungan lokal, dan tak canggung menunjukkan identitas ke-Indonesia-annya.
"Saya siap memberikan yang terbaik untuk Timnas. Bermain untuk Indonesia adalah kebanggaan," ujar Brandon singkat namun tegas. Dengan semangat dan dedikasi tinggi, Brandon Scheunemann menjadi simbol bahwa kecintaan pada Tanah Air tidak ditentukan oleh garis keturunan, melainkan oleh hati dan pengabdian.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!