10 Buku Fantasi Terbaik dalam 10 Tahun Terakhir yang Wajib Dibaca, Ada Populer BookTok!
Dari Efek Viral BookTok hingga Mahakarya Dark Academia, Ini Daftar Novel Paling Epik Dekade Ini
JAKARTA, GENVOICE.ID -Dunia literatur fiksi dalam satu dekade terakhir tengah mengalami masa keemasan berkat gelombang popularitas buku fantasi terbaik yang ramai diperbincangkan di media sosial.
Tidak lagi sekadar cerita dongeng biasa, genre fantasi modern kini bertransformasi menjadi wadah eksplorasi isu sosial yang kritis, representasi budaya yang beragam, hingga eksperimen subgenre seperti Romantasy dan dark academia.
Mulai dari kisah epik berlatar sejarah Asia, mitologi Yunani, hingga petualangan sihir di dunia modern, deretan novel ini sukses memikat jutaan pembaca baru di seluruh dunia.
Berikut adalah daftar 10 buku fantasi terbaik dalam 10 tahun terakhir yang diurutkan berdasarkan keunikan dan pencapaiannya:
1. The Poppy War - R.F. Kuang (2018)
Sebuah novel fantasi militer bergenre grimdark yang terinspirasi dari Dinasti Song, politik Tiongkok abad ke-20, dan Perang Sino-Jepang Kedua.
Sinopsis: Mengikuti perjalanan Rin, seorang anak yatim piatu yang masuk ke akademi militer elite Sinegard demi menghindari perjodohan, lalu menguasai ilmu syamanisme di tengah kecamuk perang brutal.
Pencapaian: Masuk dalam daftar 100 Best Fantasy Books of All Time majalah Time karena penggambaran psikologis perang yang mendalam.
2. Jade City - Fonda Lee (2017)
Sering dijuluki sebagai versi fantasi dari film legendaris The Godfather yang dipadukan dengan bela diri kung fu dan sihir.
Sinopsis: Berlatar di pulau fiksi berbudaya Asia modern, cerita berfokus pada perseteruan darah antargenerasi dari sindikat kejahatan keluarga Kaul melawan klan Mountain demi memperebutkan giok ajaib (magical jade) yang bisa memberikan kekuatan super.
3. Babel - R.F. Kuang (2022)
Novel bergenre dark academia yang berhasil menduduki peringkat pertama bestseller The New York Times dan memenangkan Nebula Award.
Sinopsis: Berlatar di Oxford alternatif tahun 1830-an, buku ini mengkritik imperialisme Inggris melalui sistem sihir batangan perak yang kekuatannya berasal dari distorsi makna bahasa yang hilang dalam penerjemahan (lost in translation).
4. Circe - Madeline Miller (2018)
Sebuah adaptasi feminis modern dari karya sastra kuno Homerus, The Odyssey.
Sinopsis: Mengubah sudut pandang dari karakter penyihir Circe-yang selama ini kerap dicap sebagai penjahat dalam mitologi Yunani-menjadi seorang protagonis bernuansa faset yang kuat dalam perjalanan menemukan jati dirinya.
5. The Priory of the Orange Tree - Samantha Shannon (2019)
Sebuah epos fantasi setebal 800+ halaman yang digambarkan penulisnya sebagai versi feminis dari dongeng klasik Saint George and the Dragon.
Keunggulan: Dipuji karena menghadirkan dunia high-fantasy yang inklusif (queer-normative), di mana hubungan sesama jenis diterima secara sosial tanpa homofobia, dibalut jalinan politik dari empat sudut pandang karakter yang berbeda.
6. Gideon the Ninth - Tamsyn Muir (2019)
Buku pertama dari seri The Locked Tomb yang memadukan genre horor gotik, fiksi ilmiah (sci-fi), fantasi, dan misteri pembunuhan luar angkasa.
Sinopsis: Populer dengan julukan "lesbian necromancers in space", kisah ini mengikuti Gideon Nav, seorang pendekar pedang wanita yang terpaksa menjadi pelindung rivalnya dalam kompetisi rahasia demi mendapatkan keabadian.
7. Children of Blood and Bone - Tomi Adeyemi (2018)
Novel fantasi remaja (YA) yang kental dengan pengaruh mitologi Afrika Barat dan berhasil menduduki puncak laris The New York Times.
Sinopsis: Mengisahkan perjuangan Zélie Adebola untuk mengembalikan sihir ke kerajaan Orïsha setelah terjadinya genosida oleh penguasa non-sihir. Adaptasi filmnya dikabarkan siap rilis pada Januari 2027.
8. Piranesi - Susanna Clarke (2020)
Sebuah novel fantasi portal pemenang Women's Prize for Fiction 2021 yang ditulis layaknya sebuah catatan harian hipnotik.
Sinopsis: Terinspirasi dari salah satu seri Narnia (The Magician's Nephew), buku ini mengisahkan karakter amnesia bernama Piranesi yang terperangkap di dalam struktur labirin tak terbatas bernama "The House".
9. Legendborn - Tracy Deonn (2020)
Sebuah fantasi urban kontemporer yang memberikan sentuhan modern pada legenda fabel Raja Arthur (Arthurian Legends).
Sinopsis: Mengikuti remaja kulit hitam bernama Bree Matthews yang menginvestigasi kematian ibunya dan tidak sengaja mengungkap keberadaan komunitas sihir rahasia kulit putih keturunan ksatria Arthur, dipadukan dengan isu rasisme sistemik di AS.
10. The Midnight Library - Matt Haig (2020)
Buku fiksi spekulatif laris yang mencampurkan realisme magis, fantasi kontemporer, dan narasi filosofis tentang kesehatan mental.
Sinopsis: Berpusat pada Nora Seed yang memasuki perpustakaan mistis di dimensi limbo saat koma. Di sana, ia diberi kesempatan menjelajahi versi kehidupan alternatif yang tak terbatas jika saja ia mengambil keputusan berbeda di masa lalu. Kabarnya, aktris Florence Pugh akan membintangi adaptasi filmnya.
Deretan buku di atas membuktikan bahwa fantasi modern tidak hanya menawarkan pelarian duniawi yang indah, tetapi juga refleksi emosional yang mendalam tentang kemanusiaan.
Dari kesepuluh judul novel di atas, buku mana yang sudah pernah kamu baca atau paling ingin kamu masukkan ke dalam daftar buruan belanjamu berikutnya?
0 Comments
- Viral Video IShowSpeed Diejek Mirip Monyet di Piala Dunia 2026, FIFA Langsung Turun Tangan!
- Skandal Jule Selingkuh Memanas! Borok Diduga Terkuak Sejak 2022: Pisah Rumah, Lepas Hijab Demi Petinju Safrie Ramadhan?
- Nekat Bawa Revolver, Seorang Hakim Tewas Ditembak di Ruang Sidang oleh Pelaku Sengketa Properti
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!