Pernah Didepak Persib, Gervane Kastaneer Kini Berpeluang Main di Piala Dunia 2026

Pernah Didepak Persib, Gervane Kastaneer Kini Berpeluang Main di Piala Dunia 2026
- (Dok. Radar Solo).

JAKARTA, GENVOICE.ID - Siapa sangka, pemain yang dulu sempat dilepas Persib Bandung kini justru berpeluang tampil di panggung sepak bola terbesar dunia, Piala Dunia 2026. Dialah Gervane Kastaneer, penyerang kelahiran Rotterdam, Belanda, yang kini membela Persis Solo.

Nama Kastaneer sempat menjadi perbincangan ketika bergabung dengan Persib Bandung pada musim 2024/2025. Dengan status mantan pemain klub Eropa seperti Coventry City dan PEC Zwolle, ekspektasi terhadapnya cukup tinggi. Namun sayang, performanya di Maung Bandung dianggap belum memenuhi harapan. Dari 14 pertandingan, ia hanya mencetak satu gol dan satu assist sebelum akhirnya kontraknya tak diperpanjang.

Bukannya tenggelam, Gervane justru bangkit. Ia resmi bergabung dengan Persis Solo pada Agustus 2025 dan langsung menunjukkan perubahan signifikan. Dalam lima pertandingan awal, penyerang berusia 29 tahun itu mencatat satu gol dan satu assist, dengan kontribusi besar di lini depan Laskar Sambernyawa. Dengan postur 1,89 meter dan kecepatan khas pemain Belanda, Kastaneer kini menjadi salah satu pemain paling menonjol di skuad asuhan Milomir Šešlija.

Karier Gervane sendiri cukup panjang dan penuh warna. Ia pernah bermain di beberapa klub Eropa seperti NAC Breda, PEC Zwolle, CD Castellon di Spanyol, hingga Heart of Midlothian di Skotlandia. Pengalaman lintas liga itu membentuknya sebagai pemain yang tangguh dan fleksibel dalam berbagai posisi menyerang.

Kini, jalan menuju panggung dunia terbuka lebar. Kastaneer, yang memiliki darah Curaçao, masuk dalam radar tim nasional negaranya untuk kualifikasi Piala Dunia 2026 zona CONCACAF. Curaçao di bawah asuhan pelatih Remko Bicentini sedang meracik skuad terbaiknya, dan performa apik Gervane di Indonesia disebut menjadi salah satu pertimbangan untuk kembali memanggilnya ke tim nasional.

Perjalanan Gervane Kastaneer adalah bukti bahwa karier sepak bola tidak selalu linear. Dari sempat dianggap gagal di Persib, kini ia justru kembali ke performa terbaik dan berpotensi tampil di Piala Dunia. Dari Bandung ke Solo, dari Liga 1 ke peluang mencetak sejarah di panggung internasional - kisahnya adalah pengingat bahwa kesempatan kedua bisa mengubah segalanya.

D
Daniel R
Penulis

0 Comments

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Kirim
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE