Heboh! Duit Rp 320 Juta Raib, Terungkap Demo Rusuh di Makassar Diwarnai Aksi Penjarahan ATM
Polisi Ungkap Pembobol ATM saat Demo Rusuh di DPRD Makassar
JAKARTA, GENVOICE.ID - Terungkap sudah, aksi demo ricuh yang berujung pembakaran gedung DPRD Makassar ternyata juga diwarnai penjarahan ATM. Polisi berhasil mengungkap fakta mengejutkan, di mana uang senilai Rp 320 juta raib dari mesin ATM yang dibobol massa.
Hingga kini, empat pelaku sudah ditangkap, namun 16 pelaku lain masih diburu. Aksi kriminal ini menunjukkan sisi lain dari kerusuhan anarkis tersebut dan menjadi fokus utama penyelidikan aparat.
Pelaku Pembobol ATM Ditangkap, Masih Ada yang Buron!
Kapolrestabes Makassar, Kombes Arya Perdana, mengatakan kalau total ada 20 orang yang terlibat dalam aksi nekat ini. Tapi tenang, polisi sudah berhasil meringkus 4 orang, mereka adalah MRS (19), AN alias K (23), MN (19), dan MH (26). Jadi, masih ada 16 pelaku lain yang lagi diburu habis-habisan sama polisi.
"Isi ATM-nya kurang lebih uang sebesar Rp 320 juta," kata Kombes Arya.
Menurut polisi, para pelaku ini kenal saat demo ricuh itu. Di tengah kekacauan, mereka malah bikin kesepakatan untuk menjebol mesin ATM yang ada di area gedung DPRD Makassar.
"Kalau di DPRD Makassar kan itu ada ATM, mereka menjebol, mereka bongkar, mereka ambil uangnya dan ini sudah ditangkap pelakunya sebagian," jelas Kombes Arya.
Total Tersangka Kerusuhan Makin Banyak!
Selain kasus penjarahan ATM, Kombes Arya juga memberikan update soal total tersangka dalam kasus kerusuhan gedung DPRD Makassar. Totalnya sekarang sudah ada 30 orang yang ditangkap. Ini bukti keseriusan polisi dalam mengusut tuntas siapa aja yang jadi dalang di balik kerusuhan itu.
"Total keseluruhan sekarang diamankan di (kasus kerusuhan) DPRD Kota Makassar ada 30 orang," ungkapnya.
Empat pelaku pembobolan ATM yang sudah tertangkap itu diciduk di rumah mereka masing-masing di Makassar pada Sabtu (13/9) dini hari. Kasubnit Jatanras Polrestabes Makassar, Iptu Nasrullah, bilang kalau para pelaku ini ngaku dapat bagian sekitar Rp 18 juta per orang dari hasil jarahan itu. Tapi, sayangnya, uang itu kabarnya sudah habis mereka pakai.
Aksi pembobolan ini jadi catatan penting buat kita semua. Demo itu boleh, asal damai dan tidak anarkis. Jangan sampai niat baik malah disalahgunakan untuk tindak kriminal seperti ini. Semoga para pelaku yang buron segera ketangkap dan kasus ini bisa jadi pelajaran buat kita semua.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!