Bongkar Mafia Keuangan Negara! Pengamat Sasmito Dorong Presiden Prabowo Sikat Kasus BLBI

Ekonom UGM Sasmito Hadinegoro Minta Presiden Prabowo Segera Bentuk Tim Khusus untuk Selamatkan Uang Negara Triliunan Rupiah

Bongkar Mafia Keuangan Negara! Pengamat Sasmito Dorong Presiden Prabowo Sikat Kasus BLBI
Ilustrasi gedung BCA. - (Dok. bca.co.id).

JAKARTA, GENVOICE.ID - Ada kabar panas dari dunia ekonomi nih, Gen! Seorang pengamat, Sasmito Hadinegoro, lagi-lagi mendorong Presiden Prabowo Subianto untuk serius mengusut tuntas megaskandal BLBI.

Bukan hanya sekadar investigasi, tapi Sasmito juga mendesak pemerintah buat ambil alih kembali 51 persen saham BCA yang katanya punya sejarah 'abu-abu'. Wah, serius nih?

Sasmito yang juga Ketua Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Keuangan Negara (LPEKN) ini mengatakan kalau pemerintah punya hak penuh untuk mengambil kembali saham itu tanpa perlu bayar sepeser pun. Menurutnya, ini adalah langkah penting untuk menyelamatkan uang negara yang sudah terlanjur digasak triliunan rupiah.

Jadi gini ceritanya. Sasmito menduga kalau ada semacam "permainan" di balik akuisisi 51 persen saham BCA oleh Djarum Grup milik Budi Hartono di masa kepemimpinan Presiden Megawati dulu.

Angkanya enggak main-main. Pada Desember 2002, nilai saham BCA itu mencapai Rp117 triliun. Padahal, BCA punya utang ke negara sebesar Rp60 triliun dan hanya nyicil Rp7 triliun per tahun.

Sasmito berharap, langkah yang sudah dimulai oleh Presiden Jokowi dengan membentuk tim khusus untuk mengusut kasus ini bisa dilanjutkan sama Presiden Prabowo. Dia khawatir, kalau kasus ini dibiarkan, kepercayaan masyarakat ke pemerintah bisa menurun.

Apalagi, Presiden Prabowo sendiri sudah berjanji untuk memberantas korupsi sampai ke akar-akarnya.

Uang Triliunan Rupiah yang 'Hilang'

Angka yang disebut Sasmito sangatlah besar. Menurutnya, ada dana obligasi dari kasus ini yang sampai sekarang masih terus berjalan per triwulan, dan totalnya bisa mencapai Rp1.500 triliun! Gila, kan?

Sasmito bahkan pernah dipanggil oleh Kepala Staf Presiden (KSP), Moeldoko, di tahun 2018 untuk berbicara langsung dengan Direktur BCA. Saat itu, Sasmito memaparkan semua dugaannya dan pihak BCA tidak bisa membantah.

Sasmito menegaskan, yang dipermasalahin bukan BCA-nya, tapi dugaan permainan di balik kasus BLBI. Kalau kasus ini diusut tuntas, aset senilai Rp700 triliun bisa balik ke Danantara Indonesia.

Gak main-main, Sasmito bahkan berani pasang badan untuk memimpin tim khusus buat berantas dugaan mafia keuangan ini jika dipercaya dengan Presiden Prabowo. Apalagi, kondisi keuangan negara lagi mandek, jadi ini bisa jadi solusi "out of the box" demi mengisi kas negara.

Sampai berita ini diturunkan, pihak BCA sendiri belum memberikan tanggapan. Jadi, gimana menurut kalian, Gen? Perlu gak nih kasus BLBI-BCA diusut tuntas oleh pemerintahan yang baru?

S
Sarah Ramadhani
Penulis

0 Comments

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Kirim
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE