Profile Luis de la Fuente, Pelatih Minim Pengalaman yang Bawa Spanyol ke Final Piala Dunia 2026

Profile Luis de la Fuente, Pelatih Minim Pengalaman yang Bawa Spanyol ke Final Piala Dunia 2026
- (Dok. theScore).

JAKARTA, GENVOICE.ID - Luis de la Fuente kembali menjadi sorotan setelah berhasil mengantarkan Timnas Spanyol melaju ke final Piala Dunia 2026. Keberhasilan tersebut semakin mempertegas statusnya sebagai salah satu pelatih paling sukses dalam sejarah sepak bola Spanyol, meski namanya sempat dipandang sebelah mata ketika pertama kali menangani tim senior.

Spanyol memastikan tiket ke partai puncak usai menumbangkan Prancis dengan skor 2-0 di semifinal. Hasil itu membuat La Furia Roja berpeluang meraih gelar Piala Dunia kedua setelah sukses menjadi juara pada edisi 2010.

Di balik pencapaian tersebut, perjalanan De la Fuente terbilang tidak biasa. Berbeda dengan banyak pelatih top Eropa yang membangun reputasi di klub-klub besar, pria kelahiran Haro, Spanyol, itu justru menghabiskan sebagian besar karier kepelatihannya di lingkungan Federasi Sepak Bola Spanyol (RFEF).

Sebelum menjadi pelatih, De la Fuente merupakan seorang bek kiri yang mengawali karier profesional bersama Athletic Bilbao. Setelah pensiun, ia memilih meniti karier sebagai pelatih kelompok usia Spanyol.

Kariernya di tim junior berlangsung cukup gemilang. Ia sukses membawa Spanyol menjuarai Piala Eropa U-19 pada 2015, kemudian menjuarai Piala Eropa U-21 pada 2019. Selain itu, ia juga mempersembahkan medali perak Olimpiade Tokyo 2020 yang digelar pada 2021.

Banyak pemain muda yang dibinanya di level junior kemudian menjadi tulang punggung tim nasional senior. Lamine Yamal, Pedri, Gavi, hingga Mikel Oyarzabal merupakan bagian dari generasi yang berkembang di bawah filosofi permainan De la Fuente.

Pada Desember 2022, Federasi Sepak Bola Spanyol menunjuk De la Fuente sebagai pelatih tim senior menggantikan Luis Enrique yang mengundurkan diri usai Piala Dunia 2022. Keputusan tersebut sempat menuai keraguan karena ia belum pernah menangani klub besar maupun tim nasional senior sebelumnya.

Namun, keraguan itu segera terjawab lewat prestasi. Kurang dari satu tahun setelah ditunjuk, De la Fuente membawa Spanyol menjuarai UEFA Nations League 2023 usai mengalahkan Kroasia melalui adu penalti di final.

Kesuksesan berlanjut pada Euro 2024. Spanyol tampil sempurna dengan memenangi seluruh pertandingan sepanjang turnamen sebelum menundukkan Inggris 2-1 di final. Gol penentu kemenangan dicetak Mikel Oyarzabal pada menit-menit akhir pertandingan.

Memasuki Piala Dunia 2026, Spanyol sempat mendapat hasil kurang memuaskan setelah ditahan imbang tanpa gol oleh Tanjung Verde pada laga pembuka fase grup. Meski mendominasi penguasaan bola, tim asuhan De la Fuente gagal memaksimalkan peluang yang diciptakan.

Setelah itu, performa Spanyol meningkat drastis. Mereka menutup fase grup dengan kemenangan 4-0 atas Arab Saudi dan 1-0 melawan Uruguay. Di fase gugur, La Furia Roja menyingkirkan Austria dengan skor 3-0, mengalahkan Portugal 1-0, kemudian menundukkan Belgia 2-1 di perempat final sebelum memastikan tempat di final lewat kemenangan 2-0 atas Prancis.

Salah satu kekuatan terbesar tim racikan De la Fuente adalah keseimbangan permainan. Spanyol tetap mempertahankan ciri khas penguasaan bola, tetapi kini dipadukan dengan permainan yang lebih cepat, agresif, dan mengandalkan kreativitas para pemain muda.

Keberhasilan membawa Spanyol kembali ke final Piala Dunia menjadi pencapaian terbesar dalam karier De la Fuente sejauh ini. Ia pun berpeluang menambah koleksi trofi bersama La Furia Roja apabila mampu membawa timnya memenangi partai final dan mengangkat trofi Piala Dunia untuk kedua kalinya dalam sejarah negara tersebut.

D
Daniel R
Penulis

0 Comments

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Kirim
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE