Indonesia Masih Minus 561 Ribu Guru, Rekrutmen PNS Disiapkan Tahun Depan

Pemerintah mengungkap Indonesia masih membutuhkan sekitar 561 ribu guru di berbagai daerah. Untuk mengatasi kekurangan tersebut, rekrutmen guru PNS akan dibuka mulai 2027, sementara seleksi Pendidikan Profesi Guru (PPG) 2026 juga resmi digelar.

Indonesia Masih Minus 561 Ribu Guru, Rekrutmen PNS Disiapkan Tahun Depan
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Republik Indonesia Abdul Mu’ti. - (Dok. ANTARA).

JAKARTA, GENVOICE.ID - Indonesia masih menghadapi tantangan besar dalam dunia pendidikan. Hingga saat ini, kebutuhan tenaga pendidik belum sepenuhnya terpenuhi karena masih terdapat kekurangan sekitar 561 ribu guru di berbagai daerah di seluruh Indonesia.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti mengatakan pemerintah telah menyiapkan langkah untuk mengatasi persoalan tersebut. Salah satunya melalui pembukaan rekrutmen guru berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS) mulai tahun 2027.

Menurutnya, kebijakan tersebut bertujuan memenuhi kebutuhan tenaga pendidik di wilayah yang selama ini masih mengalami kekurangan guru, termasuk daerah terpencil.

"Saat ini kita masih kekurangan guru sebanyak 561 ribu orang di seluruh Indonesia," ujar Abdul Mu'ti saat menghadiri Wisuda ke-17 Universitas Muhammadiyah Bangka Belitung di Pangkalpinang.

Rekrutmen Guru PNS Akan Berbasis Kompetensi

Abdul Mu'ti menjelaskan, proses penerimaan guru PNS nantinya akan dilakukan melalui sistem seleksi berbasis kompetensi atau merit. Dengan mekanisme tersebut, peserta yang lolos benar-benar dipilih berdasarkan kemampuan dan kualitas yang dimiliki.

Guru yang berhasil lolos seleksi juga harus bersedia ditempatkan di berbagai wilayah yang membutuhkan tenaga pendidik, termasuk daerah dengan akses pendidikan yang masih terbatas.

Pemerintah berharap kebijakan ini dapat membantu pemerataan pendidikan sekaligus mengurangi kesenjangan jumlah guru antarwilayah.

Pemerintah Ingin Pemerataan Pendidikan

Selain persoalan jumlah guru, pemerintah juga menyoroti masih adanya ketimpangan pendidikan di Indonesia. Kesenjangan tersebut tidak hanya berkaitan dengan akses pendidikan, tetapi juga mutu pembelajaran yang diterima peserta didik.

Masih banyak anak yang belum memperoleh kesempatan belajar secara optimal karena terkendala kondisi ekonomi, letak geografis, disabilitas, kemampuan intelektual, hingga faktor sosial dan budaya.

Abdul Mu'ti menegaskan, peningkatan kualitas pendidikan menjadi salah satu komitmen pemerintah yang sejalan dengan visi Presiden Prabowo Subianto untuk menghadirkan layanan pendidikan yang merata dan berkualitas bagi seluruh masyarakat.

Seleksi PPG 2026 Resmi Dibuka

Di sisi lain, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah juga membuka seleksi Pendidikan Profesi Guru (PPG) Calon Guru Tahun 2026 sebagai bagian dari upaya memenuhi kebutuhan tenaga pendidik nasional.

Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK), Nunuk Suryani, mengatakan seleksi kali ini dibuka untuk 30 bidang studi, yang terdiri atas 18 bidang studi umum dan 12 bidang studi kejuruan.

Beberapa bidang yang dibuka antara lain Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, Sains, Pendidikan Jasmani, Pendidikan Luar Biasa, Teknik Otomotif, Desain Komunikasi Visual, Kuliner, Perhotelan, Pengembangan Perangkat Lunak dan Gim, serta Teknik Jaringan Komputer dan Telekomunikasi.

Menurut Nunuk, pembukaan program tersebut disesuaikan dengan proyeksi kebutuhan guru nasional pada periode 2027 hingga 2028 sehingga lulusan PPG nantinya dapat langsung mengisi formasi yang masih kosong di berbagai jenjang pendidikan.

Seluruh Biaya Pendidikan Ditanggung Pemerintah

Program PPG akan dilaksanakan selama dua semester di Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) yang telah ditunjuk pemerintah.

Biaya pendidikan sebenarnya mencapai sekitar Rp8,5 juta per semester atau Rp17 juta untuk dua semester. Namun, peserta yang lolos seleksi akan memperoleh bantuan pemerintah berupa beasiswa penuh sehingga tidak perlu menanggung biaya kuliah tersebut.

Peserta hanya diwajibkan membayar biaya pendaftaran seleksi sebesar Rp200 ribu, yang digunakan untuk proses administrasi dan tes substantif.

Jadwal Seleksi PPG Calon Guru 2026

Pendaftaran PPG Calon Guru 2026 telah dibuka dengan tahapan sebagai berikut:

  • Pendaftaran: 27 Juni-25 Juli 2026
  • Pengumuman seleksi administrasi: 26-28 Juli 2026
  • Tes substantif: 3-7 Agustus 2026
  • Pengumuman hasil tes substantif: 26 Agustus 2026
  • Tes wawancara: 31 Agustus-16 September 2026
  • Pengumuman hasil akhir: 21 September 2026

Melalui pembukaan PPG ini, pemerintah mengajak lulusan perguruan tinggi yang memiliki minat menjadi tenaga pendidik profesional untuk memanfaatkan kesempatan tersebut. Program ini diharapkan dapat menjadi salah satu solusi dalam memenuhi kebutuhan ratusan ribu guru di Indonesia sekaligus meningkatkan kualitas pendidikan nasional.

A

0 Comments

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Kirim
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE