Timothy Ronald Dilaporkan, Kronologi Younger Rugi Rp3 Miliar Usai Bayar Membership Akademi Kripto Rp50 Juta

Terjebak Konten Flexing: Dari Kagum Jadi Boncos

Timothy Ronald Dilaporkan, Kronologi Younger Rugi Rp3 Miliar Usai Bayar Membership Akademi Kripto Rp50 Juta
Timothy Ronald. - (Dok. Istimewa).

JAKARTA, GENVOICE.ID - Kabar mengejutkan datang dari dunia investasi digital setelah Timothy Ronald resmi dilaporkan ke Polda Metro Jaya terkait dugaan penipuan kripto.

Seorang korban berinisial Younger mengaku mengalami kerugian fantastis hingga Rp3 miliar setelah tergiur aksi flexing mobil mewah dan janji cuan kilat di media sosial.

Younger mengungkap kronologi pilunya yang bermula dari membayar membership Akademi Kripto senilai Rp50 juta hingga diarahkan membeli koin Manta dengan iming-iming profit 500 persen.

Penasaran bagaimana skema investasi ini berujung laporan polisi? Simak detail kasus dan kronologi lengkap kerugian Younger hanya di Genvoice.id!

1. Tergiur Flexing Mobil Mewah

Semua bermula saat Younger sering melihat konten Timothy di Instagram. Gaya hidup mewah, mobil sport, dan klaim sukses cepat lewat kripto di usia muda bikin Younger tergiur. "Saya tergiur dari cara dia flexing segala macam," akunya.

2. Bayar Membership Sampai Rp50 Juta

Demi bisa "pinter" kayak idolanya, Younger nekat join Akademi Kripto yang didirikan Timothy dan Kalimasada. Awalnya bayar Rp9 juta, tapi total uang yang keluar buat urusan keanggotaan ini malah membengkak sampai Rp50 juta, Gen!

3. Janji Manis Koin Manta: Dari Rp2 Juta Jadi Rp2 Miliar?

Younger mengaku diarahkan untuk membeli koin tertentu, salah satunya koin Manta. Timothy disebut menjanjikan keuntungan gila-gilaan, sekitar 300-500 persen. Bahkan, ada klaim kalau modal Rp2 juta bisa berubah jadi Rp2 miliar. Alih-alih jadi miliarder, Younger justru harus kehilangan aset senilai Rp3 miliar.

4. Dugaan Investasi Tanpa Sertifikasi

Kuasa hukum Younger, Jajang, menyebut kalau laporan ini adalah langkah berani buat membongkar "kebobrokan" investasi bodong. Pihak pelapor menduga Timothy tidak punya kapasitas atau sertifikasi resmi buat kasih arahan trading. Saat ini, Polda Metro Jaya sudah mulai melakukan penyelidikan dan klarifikasi saksi.

Pelajaran mahal banget nih buat kita semua, Gen! Intinya, jangan gampang silau sama flexing mobil mewah atau gaya hidup sultan di media sosial. Investasi itu butuh riset mendalam, bukan cuma modal 'percaya' sama influencer.

Kira-kira menurut kamu, apakah Timothy Ronald bakal kasih klarifikasi atau kasus ini bakal lanjut sampai meja hijau? Yuk, diskusikan di kolom komentar!

S
Sarah Ramadhani
Penulis

0 Comments

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Kirim
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE